Ketiga pasangan itu pun mengklaim nomor urut mereka sebagai yang paling menguntungkan dengan alasan yang diyakini dapat menarik dukungan masyarakat.
Pasangan Yohanes Avun - Yohanes Juan Jenau yang mengusung tagline Permata menyatakan rasa syukur dan kegembiraannya setelah mendapatkan nomor urut 1.
"Kami sangat senang, memang itu yang kami impikan. Nomor 1 itu pasti yang terbaik. Setiap kejuaraan orang cari nomor 1, jadi kami yakin dalam pilkada ini kami bisa hadir dan memenangkan kontestasi ini," ujar Yohanes Avun.
Mereka optimis, dengan nomor urut 1, peluang kemenangan mereka naik menjadi 65 persen dari sebelumnya 60 persen dari visi misi pro-rakyat yang mereka tawarkan.
Sementara pasangan Novita Bulan - Artya Fathra Marthin yang dikenal dengan sebutan Prima juga menyambut nomor urut 2 dengan semangat.
"Luar biasa hepi. Ini angka keberuntungan, lucky number two. Mulai dari presiden, wakil gubernur, hingga kami di Mahulu mendapat nomor 2, jadi ini tanda yang baik," kata Novita Bulan.
Dengan semangat cinta, mereka berkomitmen menjalankan program unggulan yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat, terutama di bidang pertanian, kesehatan, infrastruktur dan pendidikan.
Sementara pasangan Owena Mayang Shari Belawan - Stanislaus Liah yang menggunakan nama Manis juga mengaku puas dengan nomor urut 3.
Owena menyebut nomor ini memberi harapan kemenangan untuk ketiga kalinya. "Kami tidak memilih nomor, kami menyerahkannya kepada Tuhan. Nomor berapa pun baik, tapi nomor 3 ini menjadi sinyal kemenangan," ungkap Owena.
Dengan pantun dan semangat mudanya, ia optimis menang 100 persen dalam kontestasi politik ini. Ketiga pasangan ini kini bersiap menghadapi masa kampanye dengan keyakinan kuat akan kemenangan, memanfaatkan nomor urut yang mereka peroleh untuk menyampaikan visi misi terbaik mereka bagi masyarakat Mahakam Ulu.
Editor: Aspian Nur