Ibrohim maupun Ananta mengaku tidak pernah merasa mendaftarkan diri ke KPU Samarinda.
“Memang dari awal hanya orang yang mengehndaki itu. Kami memang tidak ada niatan untuk berkompetisi, tapi ada sebagian orang yang ingin dan kami tidak bisa menghalangi, kami ikuti saja,” kata Ibrohim kepada Korankaltim.com Kamis (25/7/2024).
Mereka juga mengaku tak ada keseriusan untuk berkompetisi di dunia politik. Hal itu dibuktikan dengan adanya beberapa persyaratan yang tak dipenuhinya.
Namun mereka juga tidak bisa menepis kabar, banyaknya media yang memasukkan nama mereka dalam poling pemilihan.
Mengenai pemanggilan dari Bawaslu dan KASN beberapa waktu lalu sudah mereka sampaikan tak bakal mengikuti Pilkada. Bahkan, diakui Ibrohim Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama Sekda Hero Mardanus juga mempertanyakan hal yang sama.
“Iya pak wali dan pak sekda menanyakan hal yang sama, soal keseriusan nama saya dan pak Ananta. Tapi saya tegaskan tidak, saya tetap dijalur ASN saja insya Allah sampai purna tugas. Karena saya meniti ini sudah sangat lama, sampai pada titik ini,” tegas Ibrohim.
Karena tak merasa mendaftar, semulanya Ibrohim hanya mengbaikan pemberitaan dirinya. Namun, justru banyak isu-isu hoaks mengenai dirinya, dan pihak yang mempertanyakan statusnya di ASN.
Sementara Ananta juga tak merasa mendaftarkan dirinya sebagai Calon Wakil Wali Kota Samarinda ke KPU. Bersama Ibrohim, dia memenuhi panggilan dari Bawaslu dan KASN, juga menyampaikan bahwa diirnya tidak ikut serta.
“Sama seperti Pak Ibrohim, mungkin ada pihak yang memang kepengen atau berpikir bahwa ah ini cocok. Ibaratnya seperti pendukung ya, dan mendaftarkan kami,” ungkapnya.
Ananta mengaku, saat pendaftaran dirinya dilakukan, ia bersama Ibrohin tengah berada di Bali mengikut agenda World Water Forum (WWF). Ananta mengaku dirinya bakal tetap berada di jalur ASN hingga purna tugas.
Editor: Aspian Nur