Sebelumnya beredar informasi, dari delapan kursi DPR RI dapil Kaltim, Partai Golkar telah memastikan dua kursi, disusul Gerindra, PDIP, Nasdem, PKS, dan PKB masing-masing satu kursi. Sedangkan kursi kedelapan atau terakhir diperebutkan PAN dan Demokrat.
Ketua Komite Pemenangan Pemilu Wilayah (KPPW) PAN Kaltim, Baharuddin Demmu mengatakan, perkiraan untuk mendapat kursi di DPR RI ini bukan tak berdasar. Melainkan bersumber dari formulir C1 di 11.441 Tempat Pemungutan Suara (TPS) se-Kaltim serta form D1 dari hasil rapat pleno tingkat kecamatan.
Kata Demmu, dari hasil perhitungan internal yang berdasar pada data C1 dan D1 kemudian dilakukan penghitungan secara manual dan akhirnya ditemukan bahwa PAN mendapat kursi kedelapan DPR RI.
“Kan semua kecamatan sudah selesai plenonya. Dan sekarang sudah masuk tahap pleno tingkat kabupaten/kota. Kami sudah tiga periode enggak dapat kursi, Insyaallah 2024 ini ya kami dapat jatah DPR RI,” kata Demmu kepada korankaltim.com, Minggu (3/3/2024).
Kendati demikian pihaknya tetap akan menunggu keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengenai hasil akhirnya. Demmu bercerita, dari pengalaman selama 3 periode atau selama 15 tahun tak memiliki kursi di DPR RI, pihaknya melakukan banyak evaluasi.
Dan terakhir hasilnya yaitu bagaimana kader di bawah yang turut bertarung merebut kursi legislatif tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dapat bersinergi dengan sistem paket kampanye.
“Untuk paket kampanye-nya kita kan geraknya kerja nyata, itu yang kami tegaskan ke rakyat. Alhamdulillah rakyat menyambut dengan baik apa yang kami kerjakan di DPRD mereka juga merasakan,” tuturnya.
Diperkirakan, jika PAN mendapat kursi di DPR RI, maka kursi Partai Demokrat akan hilang. Selisih akumulasi suara dari keduanya pun tak jauh berbeda. Sebab, hanya berkisar di bawah seribu suara.
“Itu hitungan kami. Tapi tetap menunggu perhitungan di KPU,” sebut Demmu.
Editor: Maruly Z