Diantaranya TPS yang melaksanakan PSU hari ini ada di TPS 01 dan 03 Kampung Tenun, Kelurahan Tenun, Kecamatan Samarinda Seberang.
Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di lokasi itu, Muhammad Zakaria Anzar menjelaskan, partisipasi masyarakat yang memilih cukup tinggi .
"Dari jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang ada untuk di 2 TPS, TPS 01 ada sekitar 226 pemilih lalu di TPS 03 ada 215 pemilih dan selama pelaksanaan PSU sudah sekirar 80 persen peserta yang terakomodir," jelas Zakaria disela kegiatan PSU siang tadi.
PSU dilakukan di 2 TPS tersebut dikarenakan adanya beberapa pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT atau Daftar Pemilih Khusus (DPK), tetapi mereka tetap ingin menyalurkan hak suaranya saat proses pemungutan suara di tanggal 14 Februari 2024 lalu. "Makanya melalui PSU ini semua DPT bisa menggunakan hak suaranya, serta tidak terjadi kejadian yang terulang," ujarnya.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebelumnya sudah memberikan rekomendasi agar TPS tersebut bisa melakukan PSU. "Karena praktik ini dianggap telah menyalahi aturan. Kami juga sudah memaksimalkan dalam menyiapkan data dan logistik, sehingga tidak lagi ada kesalahan karena urusannya berat, dan kami harus kerja dua kali," sebut Zakaria.
Mereka memprioritaskan sebanyak 2 persen dari jumlah DPT sehingga jika ada pemilih yang datang tanpa Kartu Tanda Penduduk atau undangan, tidak bisa dilayani. "Karena tentunya Kami harus patuh dengan aturan,"tegas Zakaria.
Sebagai tugas yang masih dilaksanakan, Zakaria mengaku pihaknya tidak lagi menerima gaji tambahan. "Untuk honor memang kami tidak ada terima, hanya saja penyiapan tenda sudah diakomodir, uang makannya ada dialokasikan dan kami tinggal melaksanakan tugas," tutup Zakaria.
Editor: Aspian Nur