Suara ledakan dan tembakan gas air mata tak terhindarkan dalam aksi tersebut. Polres Paser menurunkan 406 personel gabungan dalam menertibkan aksi ini. Meski demikian, aksi yang digalang dengan membawa bendera bajak laut tersebut berhasil dibubarkan oleh tim pemecah huru hara Polres Paser setelah terdapat korban luka pada sisi aliansi masyarakat peduli Pemilu.
Kapolres Paser AKBP Kade Budiarta menyampaikan, aksi tersebut merupakan simulasi pelaksanaan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) pada pelaksanaan Pemilu serentak 2024. "Simulasi ini merupakan contoh tindakan Polres Paser jika terjadi gangguan keamanan, terutama pada pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2024 mendatang," ucap AKBP Kade Budiarta.
Usia dilaksanakan simulasi, Kade Budiarta mengakui dari pelaksanaan tersebut masih terdapat berbagai evaluasi yang perlu dibenahi. Untuk itu pihaknya akan terus berupaya melakukan tindakan pencegahan dini. "Evaluasi pasti ada, makanya kami tetap berupaya untuk melakukan upaya pencegahan," ujarnya.
Simulasi Sispamkota tersebut sebagai upaya Polres Paser guna mengukur kesiapan personel serta sarana dalam pelaksanaan pengamanan Pemilu. Untuk Itu, pada kegiatan tersebut juga diturunkan sejumlah kendaraan taktis mulai dari sepeda motor, AWC, Baruel, Public Address, Dalmas, Ambulance dan PMK.
"Dalam pelaksanaan pengamanan nanti, kami juga akan mendapat dukungan personel dari Polda Kaltim, ini menjadi dukungan kekuatan personel kami," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin