Menurutnya, sosok Romahurmuziy adalah politisi andal yang punya kemampuan pemersatu kekuatan dalam partai. Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang, tentunya hal itu juga sangat dibutuhkan.
Selain itu, Rusman membeber bahwa Romahurmuziy juga memiliki keturunan erat dengan pendiri Nadhlatul Ulama (NU). "Bagi saya pribadi tidak ada masalah, teman-teman di DPP pasti mempunyai perhitungan jelas melihat sambutan baik itu, ketika di lapangan publik ada pembicaraan itu hal biasa saja," ungkap Rusman, kepada Korankaltim.com melalui sambungan telpon, Rabu (4/1/2023).
Rusman menegaskan kembalinya Romahurmuziy berkecimpung pada dunia perpolitikan juga tidak dikekang oleh konsekuensi hukum yang ia terima pada 2019 silam.
Artinya tidak ada penghapusan hak politik untuknya setelah menjalani masa kurungan penjara. "Lagian yang bersangkutan kan tidak dihapuskan hak politiknya, jadi semakin tidak masalah," jelasnya.
Tak sampai disitu saja, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim itu juga mengungkapkan setidaknya sosok Romahurmuziy juga memiliki kecintaan terhadap PPP sehingga ingin kembali dan bersama-sama menatap Pemilu 2024 mendatang.
Termasuk mengenai harapan KPK agar Romahurmuziy dapat menjadi duta anti korupsi, hal itu yang menguatkan Rusman bahwa praktek korupsi yang dilakukan Romahurmuziy masih dapat ditoleransi ketimbang para koruptor lainnya.
Penulis: Claudius Vico
Editor: Rusdi