Firnadi mengungkapkan diharapkan kepada KPU agar semua aspirasi itu ditangkap dan dijadikan satu paket dalam pemikiran ketika mengusulkan.
"Tentu yang pengusul juga masing-masing ada pertimbangannya, saya kira dapil 1 itu kan secara umum saya lihat mereka lebih juga dari kebutuhan wilayahnya Ibu Kota, kemudian kompleks permasalahannya kemudian membutuhkan wakil-wakil yang bisa lebih banyak yang menyuarakan, tapi kendala lagi kalau dia dibenturkan dengan aturan, kebijaksanaan itu selalu ada dalam setiap pengambilan keputusan, ya siapa tahu dibijaksanai oleh KPU (saat nanti dalam keputusan final,red)," ungkapnya.
Ketika ditanya apakah usulan rancangan perubahan jumlah kursi ini tidak memperhatikan aspek kearifan lokal, Firnadi menegaskan hal tersebut adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari jika mengacu pada sebuah aturan.
"Kearifan lokal, karena kalau semua orang minta begitu ya repot juga kita, kalau BPS kan meninjau itu perlima tahun ada sensus, ya wajar-wajar saja ditinjau. Artinya hari ini semua proses untuk mengusul, kami pun dari peserta pemilu selaku partai politik maupun penyelenggara pemilu semua sudah mengemukakan argumennya, nanti tinggal KPU pusat, sepanjang hal itu logis-logis saja ya tidak masalah berkembangnya seperti apa kan harus ada uji publik kan biar masyarakat berkomentar, supaya nanti menjadi satu paket dalam pertimbangan keputusannya dan diharapkan semoga baik-baik saja," harapnya.
Kalau pun nantinya kursi untuk Dapil 1 Tenggarong berkurang dan hal tersebut sudah menjadi ketetapan, PKS dipastikan akan tetap siap bersaing.
"Ya misalnya ditetapkan enam ya kita bertarung, dua pun ya harus bertarung kalau memang itu ketentuannya ya mau tidak mau, kesiapan PKS kalau sudah ditetapkan ya kita siap ikut main," demikian Firnadi.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Rusdi