Jumlah calon anggota yang akan dijaring ini sebenarnya menjadi catatan penting pihaknya saat melakukan bimbingan teknis (Bimtek) dengan Bawaslu RI beberapa waktu lalu dan ternyata masih belum ada persetujuan dari DPR RI.
Alhasil, arahan dari Bawaslu RI sampai dengan belum adanya informasi resmi berkaitan jumlah anggota Bawaslu yang dipilih maka harus disesuaikan dengan kebutuhan yang ada sekarang.
"Kebutuhan Timsel yang akan diterima masih tiga, jadi hanya tiga orang yang dijaring," kata Johan's.
Nantinya Timsel akan mengirimkan dua kali lebih banyak dari jumlah yang dibutuhkan, yakni enam orang untuk disampaikan ke Bawaslu RI.
Dalam proses seleksi ini penilaiannya dilakukan secara akumulatif antara administratif dan psikotes.
Terkhusus administratif, pada tes model Computer Assisted Test (CAT) terdapat dua model, yakni pilihan ganda dan esai. Persentase penilaian tes pilihan ganda sebesar 70 persen, dan essay 30 persen.
"Tetapi rangkaian proses penilaian bukan per tahapan. Kali ini digabungkan. CAT dan psikotes itu digabungkan. Kemudian diurutkan rankingnya dan diumumkan," jelasnya.
Menyangkut kuota yang akan direkrut, disampaikan Johan's bahwa apabila terdapat perubahan jumlah kebutuhan akan sesegera mungkin akan disampaikan.
"Mengenai hal ini pula kami masih menunggu arahan dari Bawaslu RI yang kaitannya dengan jumlah kebutuhan calon komisioner di Kaltim. Kalau ada perubahan jumlah kebutuhan akan kami sampaikan ke teman-teman media," tutup Johan's
Penulis : Faishal Ays
Editor: Aspian Nur