Mereka menyampaikan kritikan terkait infrastruktur jalan ini langsung kepada Anggota Komisi III DPRD Kaltim Agus Aras yang juga berasal dari daerah pemilihan (dapil) VI meliputi Bontang-Kutim-Berau Selasa (25/1/2022) kemarin kemarin.
Ketua HIPMA-KT Angga Gilang Permadi menyampaikan banyak sektor yang mestinya dibenahi oleh pemerintah, baik Pemkab Kutim maupun Pemprov Kaltim, misalnya infrastruktur jalan tiap kecamatan dan desa yang masih hancur, masalah tenaga kerja, masalah meningkatkan mutu kualitas pendidikan demi mewujudkan sumber daya manusia yang mumpuni, fasilitas kesehatan yang belum baik serta hal lainnya.
"Karena itu kami sangat harapkan pemprov dan pemkab serius memperbaiki akses jalanan tiap kecamatan yang masih hancur melalui wakil rakyat Bapak Agus Aras untuk bisa mengawal serta mengeksekusi apa yang menjadi harapan masyarakat," kata Gilang kepada Korankaltim.com, Rabu (26/1/2022) hari ini.
Hal senada disampaikan Dewan Pembina Ikatan Keluarga Besar Mahasiswa (IKBM) Kaubun Yohanes Richardo Nanga Wara.
Menurutnya, anggaran sekitar Rp50 miliar yang digelontorkan untuk pembangunan infrastruktur jalan perlu dilakukan pengawalan khusus.
Pengawalan mulai dari penghubung antar Kecamatan Kaliorang, Sangkulirang, Kaubun, Karangan hingga Berau tentunya besaran anggaran yang dikeluarkan harus sesuai dengan kebutuhan pembangunan.
"Kami dari mahasiswa Kutim akan terus mengawal dan mengkritisi pembangunan infrastruktur karena menjadi urgensi, tentunya kami juga mendesak agar Pemkab juga bertindak secara serius menyelesaikan serta menjalankan pembangunan berbagai sektor terutama infrastruktur jalanan," ujar Ricardo.
Menanggapi hal ini, Agus Aras mengatakan siap mengawal aspirasi dari mahasiswa tersebut khususnya akses jalanan antar kabupaten kota yang merupakan jalan provinsi tentunya menjadi prioritas pembangunan kedepan.
"Tentunya menjadi fokus utama dalam perbaikan infrastruktur sehingga kami juga perlu masukan-masukan dari mahasiswa untuk membangun Kutim bersama ke depan," ucap Agus yang juga politikus Partai Demokrat ini.
Penulis : Faishal Ays
Editor: Aspian Nur