Pada tahun 2010, Ferdi -sapaan Awang Ferdian, mencalonkan diri sebagai Bupati Kutai Kartanegara berpasangan dengan Suko Buono, yang akhirnya hanya sampai pada posisi runner up.
Kemudian, putra sulung Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak periode 2008-2018 ini mengikuti Pemilu pada tahun 2014 dan dinyatakan lolos sebagai anggota DPR RI dari PDI Perjuangan setelah rekan asal daerah pemilihan (dapil)-nya terbukti melakukan korupsi, dan dia terpilih untuk menjadi Penggantian Antar Waktu (PAW).
Namun, jabatan sebagai anggota DPR RI itu belum tuntas dijalani, karena pada 2018 ia mengundurkan diri dan memilih untuk mengikuti Pilkada Kaltim. Ferdi menjadi Calon Wakil Gubernur mendampingi Syaharie Ja'ang. Tetapi, Isran Noor-Hadi Mulyadi yang terpilih sebagai kepala daerah di Kaltim hingga kini.
Selanjutnya, pada Pemilu 2019 Ferdi kembali bersaing dengan puluhan orang lainnya, untuk merebut kursi sebagai anggota DPD RI. Alhasil, ia meraih suara terbanyak dari Dapil Kaltim, dengan 345.682 suara.
Setelah resmi dilantik menjadi Anggota DPD RI, jabatan tersebut pun tidak lama, hanya berselang satu tahun ia kembali mengundurkan diri demi mengikuti Pilkada Kutai Timur tahun 2020, setelah mendapat rekomendasi dari PPP, yang merupakan pemilik kursi terbanyak. Awang Ferdi mencalonkan sebagai bupati berpasangan dengan Uce Prasetyo.
Sayangnya, untuk keempat kalinya ia harus mengakui keunggulan dari pasangan calon (Paslon) lain yaitu Ardiansyah Sulaiman-Kasmidi Bulang yang terpilih sebagai Bupati-Wakil Bupati Kutim. Sebab, Ferdi-Uce hanya pada posisi ketiga dengan meraup 25.289 suara.
Tercatat, Awang Ferdian telah mengikuti empat kali Pilkada, yakni tiga kali pemilihan kabupaten/kota, dan satu kali pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Selain itu Awang Ferdian juga telah dua kali mengikuti Pemilu dan duduk sebagai anggota DPR RI dan DPD RI.
Penulis : Faishal Ays
Editor: Aspian Nur