Baba menerangkan, sebelum terjun ke dunia politik, Idris merupakan salah satu tokoh agama. Sosoknya pun sangat disenangi oleh masyarakat. Sebab itu, jangan heran jika saat Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 lalu ia bisa mendapat suara terbanyak kelima dari dapil Kaltim yaitu 73.255.
"Di Balikpapan gak ada yang gak kenal dia," terangnya. "Beliau (Idris,Red) awalnya satu RT sama saya, kemudian ada perluasan sungai, akhirnya beliau pindah ke Komplek PGRI," sambung Baba. Menyangkut penyebab meninggalnya Idris, Baba mengaku tidak mengetahuinya.
Hanya saja dari informasi yang ia peroleh, ternyata sekira tiga hari lalu almarhum melakukan vaksin, kemudian dikabarkan suhu badannya menjadi panas. "Saya gak tahu itu penyebabnya apa, karena soal vaksin itu kan pasti ada mekanismenya, gak boleh sembarangan," tuturnya.
Sebagai informasi, Muhammad Idris telah menjabat sebagai anggota DPD RI Dapil Kaltim selama dua periode. Sejak periode 2014-2019 hingga sekarang. Khusus periode 2019-2024 dirinya menempati posisi lima, sehingga menduduki jabatannya setelah menjadi Pengganti Antar Waktu (PAW) menggantikan Awang Ferdian Hidayat, Desember 2020 lalu.
Penulis : Faishal Ays
Editor : Bambang Irawan