Sekretaris DPD PDIP Kaltim, Ananda Emira Moeis mengakui bahwa pihaknya pada waktunya nanti pasti akan mengutamakan kader sebagai orang yang di usung. "Pasti kader dulu yang kita usung," kata Nanda sapaannya, Jumat (16/4/2021) sore tadi.
Kendati demikian, keputusan secara pasti tetap kewenangan dari DPP. Pihaknya akan akan aktif untuk terus melakukan kerja politik, demi menambah suara, membesarkan partai, dengan nilai-nilai kemanusiaan. "Siapapun nanti yang ditunjuk dari DPP, kami siap untuk memenangkan dan membawa menuju kemenangan," tukasnya.
Nanda tak menampik, jika saat ini Ketua DPD Partainya, Safaruddin itu merupakan salah satu orang yang cukup potensial untuk masuk dalam bursa sebagai calon kepala daerah di Kaltim. Menurutnya, jika melihat data saat Pileg 2019 lalu, Safaruddin yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI itu meraih suara yang cukup tinggi yakni 86.528 suara.
Bahkan, kata dia, pimpinan partainya itu pun dikenal dekat dengan masyarakat, memiliki sifat egaliter dan tidak ada jarak dengan rakyatnya, masyarakat juga senang dengannya. Ditambah dengan, memiliki kapabilitas, elektabilitas yang baik. "Dari saya pribadi, kita punya kader yang bagus. Ada pak Safar, dan saya rasa beliau (Safaruddin) tokoh yang pas untuk maju sebagai calon kepala daerah," ungkapnya.
Namun, kembali lagi ia mengingatkan, sebagai petugas di daerah, pihaknya hanya menjalankan keputusan dari DPP. "Yang pasti sampai sekarang untuk pemenangan ga berhenti untuk rekrutmen, kaderisasi, dan penyempurnaan struktur organisasi," ujar Anggota DPRD Kaltim Dapil Samarinda ini.
Ketua DPD PDIP Kaltim, Safaruddin menyampaikan siapapun yang akan diusung oleh partainya nanti sebenarnya merupakan kewenangan dari DPP. Mengingat, momen Pilkada itu sangat dinamis. Ditambah dengan, PDIP telah memenuhi persyaratan 20 persen untuk dapat mengusung mandidat sendiri.
Ia mengaku, apabila ditanya memiliki niat atau tidak untuk menjadi kepala daerah, maka ia akan katakan tidak. Kata dia, secara pribadi saat ini lebih nyaman menjadi anggota DPR RI. Namun, lanjut dia, ini masih 3 tahun, sehingga ditunggu saja nanti perkembangannya.
"Saya lebih nyaman jadi anggota DPR RI. Tapi kan bukan mau saya sendiri nanti, karena kita berada dalam suatu partai. Kan masih 3 tahun juga. Kadang sisa 1 minggu aja masih bisa berubah," kata Safaruddin. "Seperti tahun 2018 lalu, saya tidak ada niat, tapi karena mendapat dorongan akhirnya saya putuskan untuk maju," tukasnya.[]
Penulis : */Faishal Ays
Editor : Rusdi