Kemudian ada sebanyak 18 Desa/kelurahan yang masuk dalam zona merah baru. Dua desa di kecamatan Loa Kulu, satu desa di Anggana, tiga desa di Muara Badak, satu desa di Tenggarong, satu desa di Sebulu, dua desa di Kota Bangun, satu desa di Muara Kaman, tiga desa di Samboja, dua desa di Tenggarong Seberang, satu di Marangkayu dan satu desa di Muara Wis.
Kemudian sebanyak 23 desa/kelurahan yang masuk ke zona hijau baru. Dari tren perubahan zona merah ke hijau ini, apakah nantinya tidak akan menimbulkan klaster baru saat pelaksanaan Pilkada ?
Sekretaris Satgas Penanganam Covid-19 Martina Yulianti menjawab, pola-pola penanganan Covid-19 yang dinilai sudah berjalan dengan baik ini akan terus dipertahankan untuk mencegah hal itu terjadi.
"Kita sih tidak terkhusus soal itu (Pilkada) ya, mau ada ataupun enggak ada Pilkada kita terus saja," kata Martina, Kamis (19/11/2020).
Di setiap upaya sosialisasi Pilkada 2020, camat hingga kades diamanatkan untuk mensukseskan Pilkada. KPU dan KemendagriRI meminta bagi daerah yang menyelenggarakan Pilkada agar partisipasi pemilihnya paling tidak mencapai target nasional sebesar 77,5 persen.
Kendati dalam situasi Covid-19, Plt Bupati Kukar Chairil Anwar mengimbau masyarakat untuk tetap datang ke TPS saat pemilihan 9 Desember 2020 mendatan.
Dia juga meyakini, bahwa pemilih sudah sangat paham soal bagaimana menerapkan protokol pencegahan Covid-19 dan berharap partisipasi pemilih pada Pilkada kali ini bisa lebih tinggi atau setidaknya bisa dipertahankan seperti pada Pilpres 2019 lalu sebesar 80 persen lebih.
Dia sempat memberi saran kepada penyelenggara Pilkada agar mengatur waktu kedatangan pemilih agar tidak terjadi kerumunan.
"Jangan takut bahwa semua petugas KPPS dibekali dengan APD lengkap," ujarnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan