Ada lima panelis yang dihadirkan KPU Kukar dalam debat publik ini. Diantaranya akademisi yakni Hairul Anwar, Erwinsyah, Bambang Iswanto, Muhammad Nasir dan DR Hj Rahmawati untuk memberi pertanyaan kepada paslon. Adapun moderator yang memandu jalanya debat, yakni Rina Juwita dan Abdurrahman Amin.
Pendalaman visi misi pertama ini mengangkat empat tema, yakni Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat, Tata Kelola Kepemerintahan, Lingkungan, dan Infrastruktur. "Empat tema itu, jadi tema debat yang pertama ini," kata Ketua KPU Kukar Erlyando Saputra. Debat publik ini, disiarkan secara langsung oleh salah satu stasiun televisi lokal dan live streaming di kanal media sosial KPU Kukar.
Debat berlangsung selama 120 menit, dengan pembagian 30 menit untuk iklan layanan masyarakat dan 90 menit untuk sesi debat. Debat tersebut sendiri fokus pendalaman visi misi. Untuk sesi debat pertama, para panelis melakukan tanya jawab kepada calon Bupati Kukar, Edi Damansyah. Erwinsyah, panelis pertama yang mengajukan pertanyaan kepada Edi. Salah satunya adalah banyaknya tambang ilegal di Kukar.
"Yang pasti, kalau ada tambang ilegal, kami akan pastikan legal. Dan kami akan memperkuat pola hubungan dan koordinasi, berkaitan izin tambang ilegal, " jawab Edi. Selanjutnya sesi kedua, para panelis mengajukan pertanyaan ke Calon Wakil Bupati, Rendi Solihin, dalam menjawab pertanyaan para panelis, Rendi terlihat santai dan lancar menjawab pertanyaan para panelis.
Salah satu panelis, Muhammad Nasir mempertanyakan mengenai program dana alokasi Rp50 juta per RT yang dimintanya untuk diawasi. "Dana tersebut adalah dana tunai yang akan kami berikan kepada pemerintah desa, jadi dana tersebut akan diawasi melalui pertanggungjawaban kegiatannya," jawab Rendi.[]
Penulis: Sabri
Editor : Rusdi