“Disini (lapas perempuan) kami tidak hanya mengajak mereka untuk menggunakan hak suaranya pada 9 Desember mendatang tapi juga melakukan sosialisasi terkait calon tunggal di Pilkada Kukar,”kata Nofand.
Di Pilkada Kukar pertama kali terjadi dengan satu pasangan calon (paslon) dan pertama kali menggelar sosialisasi di lapas perempuan. “Jadi, warga binaan lapas penting untuk menentukan hak pilihnya,” katanya.
Dengan sosialisasi tersebut, KPU manargetkan partisipasi pemilih bisa melebihi 77,5 persen target nasional. “Harapan kami, partisipasi pemilih lebih dari target nasional,”kata Nopand. Sementara Ketua PPK Tenggarong, Muhammad Ari mengatakan, di Lapas Perempuan dan Lapas Anak akan ada satu Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Total 65 orang penghuni di LPP Kelas II A Samarinda dan 5 orang penghuni Lapas Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas IIA Samarinda. “Karena hanya berseblahan lapas anak dan perempuan, jadi, akan digabung satu TPS. Ada 70 orang pemilih didua lapas tersebut,”kata Ari.
Di Kecamatan Tenggarong, ada 71.640 ribu pemilih, dengan total 296 TPS. Dari jumlah TPS tersebut, kata dia, ada 3 TPS khusus di Tenggarog, yakni TPS Klas IIA Tenggarang, TPS Lapas Perempuan dan Anak serta TPS di eks Lokalisasi di kilometer 16, di Dusun Jahab, Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong
“Ada sekitar 100 lebih pemilih di eks lokalisasi kilometer 16 Jahab,”katanya. Kepala LPP Kelas IIA Samarinda, Sri Astiana menyabut baik sosalisasi yang dilakukan PPK Tenggarong. Asti-sapaan akrab-Sri Astiana mengatakan, di LPP Klas IIA Samarinda ada 65 orang penghuni lapas. (*)
Penulis: Sabri
Editor: Aspian Nur