Tidak hanya sebagai inovasi kemajuan masyarakat pesisir, tetapi juga keberlangsungan serta peningkatan ekonomi masyarakat Kukar. "Kami bersyukur diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada Cawabup kita. Semoga aspirasi yang kami sampaikan ini, bisa terealisasi saat kepemimpinan beliau," ujar Amir Aras.
Tak hanya terkait pengembangan infrastruktur, warga Anggana juga berharap dorongan pemerintah untuk meningkatkan pemasukan ekonomi kerakyatan. Baik di bidang UMKM, maupun sektor perikanan. Apalagi, Anggana juga menjadi salah satu daerah yang dengan basis ekspor komoditi hasil perikanan dan kelautan. Salah satunya udang ekspor yang saat ini cukup terimbas akibat wabah Covid-19.
"Untuk program Rp 50 juta untuk satu RT menurut kami sangat bagus sekali. Selain bisa cepat penyerapannya, juga tepat sasaran," ujar Amir. Selain Amir, tokoh lain yang turut dikunjungi Rendi adalah Haji Mangkana dan Haji Idris. Rendi Solihin meminta restu secara langsung di rumah Haji Idris di RT 2 no 86, Desa Kutai Lama. Ia juga menggelar makan siang sambil beristirahat di rumah tokoh sekaligus pengusaha asal Anggana itu.
Haji Idris pun tak segan memberikan nasihat dan harapan terhadap kepemimpinan Edi - Rendi. Di antaranya, tetap sering turun kemasyarakat jika sudah mendapat amanah sebagai kepala daerah.
"Kami mendoakan yang terbaik dan dikabulkan hajat mereka," ujar Idris.
Rendi Solihin juga sempat melakukan ziarah di makam ulama penyebar Islam di tanah Kutai, yakni Syaikh Tuan Tunggang Parangan. Tuanku diketahui Tunggang Parangan yang diketahui bernama Habib Hasyim bin Musaiyah, berkelana dari negeri Yaman untuk mengajarkan agama Islam di Nusantara.
Desa Kutai Lama juga tak luput menjadi lokasi penyelenggaraan kampanye. Di dampingi tokoh masyarakat Haji Rustam serta tokoh politik dari partai pengusung, Rendi Solihin menyampaikan visi misi serta program unggulan. Bertempat di dermaga Kutai Lama, Rendi Solihin menceritakan harapan serta panggilan hati untuk menjadi kepala daerah.
Sebagai putra tokoh pesisir yang memulai kiprah sebagai nelayan, orangtua Rendi Solihin yaitu Haji Abu memiliki banyak cerita dengan para tokoh Kecamatan Anggana. Terutama mengembangkan sektor perikanan menjadi sumber bisnis yang menjanjikan.
Karena itulah, dalam program dedikasi yang ia sampaikan, ia menyiapkan program peningkatan hasil tangkap nelayan hingga 25 ribu nelayan sebagai penerima bantuan. Terlebih lagi, saat ini jumlah perputaran uang disektor perikanan di wilayah Kukar mencapai lebih dari Rp1 Triliun.
"Karena itulah, kami berharap perputaran uang tersebut bisa dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat Kukar. Itu yang kami harapkan bisa terwujud," kata Rendi. Di sektor kesehatan, 25 ribu BPJS kesehatan gratis akan diberikan kepada warga prasejahtera. Berbagai program tersebut kata Rendi, juga merupakan bagian dari aspirasi masyarakat yang sudah diterima baik secara langsung atau tidak langsung.
Sementara itu, Edi Damansyah juga mengatakan, keberlanjutan program yang sudah ia lakukan semasa menjadi kepala daerah di Kukar menjadi satu hal yang penting. Dengan demikian kata
dia, program yang telah berjalan nantinya bisa lebih terarah dan menjadi lebih baik lagi.
"Banyak program milenial seperti Kukar dengan 100 Festival serta program Kukar siap kerja yang harapannya bisa diisi oleh para pemuda. Karena itulah, saya rasa sudah tepat pendamping saya menjadi kepala daerah adalah dari kalangan pemuda," kata Edi Damansyah.[]
Penulis: Sabri
Editor : Rusdi