H Muharram juga terpapar Covid-19, meninggal dunia pada 22 September 2020 lalu dalam usia 52 tahun setelah menjalani perawatan selama tiga hari di RS Pertamina Balikpapan dan sempat ditangani di Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo.
Sebelum meninggal, Muharram dinyatakan terpapar corona saat menjalankan tes kesehatan sebagai salah satu tahapan Pilkada di RSUD Kanudjoso tersebut.
Bersama H Gamalis, almarhum Muharram yang berstatus petahana kembali maju sebagai calon bupati Berau. Setelah wafat posisi Muharram sebagai calon bupati digantikan sang istri Sri Juniarsih yang akan bersaing dengan Seri Mawariah-Agus Tantomo.
Hari ini, Kamis 1 Oktober 2020, delapan hari setelah wafatnya Muharram, satu lagi calon kepala daerah yang meninggal karena virus Covid-19 yaitu H Adi Darma, dalam usia 60 tahun.
Mantan Walikota Bontang periode 2011-2016 ini sejatinya menantang pasangan Neni Moernaeni-Joni Muslim pada pemilihan kepala daerah di Kota Taman. Pasangan almarhum Adi Darma sejatinya cukup kuat yaitu Basri Rasse, mantan wakil walikota Bontang saat Neni Moernaeni menjabat sebagai kepala daerah periode 2016-2021.
Adi Darma wafat pukul 11.40 WITA siang tadi di RSUD Taman Husada Kota Bontang setelah menjalani perawatan sejak 24 September karena virus corona.
Pria kelahiran Tenggarong, 29 April 1960 suami dari Hj Najirah tersebut sebelumnya sudah tidak terlihat ketika pencabutan nomor urut peserta Pilkada 2020 yang digelar KPU Bontang, Kamis (24/9/2020) lalu. Saat itu hanya Basri Rasse. Jumat (25/9/2020) keesokan harinya, Basri menyebut pasangannya itu terpapar Covid-19 dan meminta agar warga turut mendoakan Adi agar segera pulih.
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bontang yang merilis hasil swab Adi Darma yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan Adi Darma langsung dirawat di RSUD Taman Husada Bontang hingga meninggal dunia. (*)
Editor: Aspian Nur