Anggota Tim Pemenangan Pemilu Pusat (TP3) DPP PKS, Rahmat membacakan satu persatu dukungan dari keseluruhan wilayah di Indonesia yang menggelar Pilkada. Terkhusus di Kaltim, hanya satu wilayah yang tidak disebut yaitu Mahakam Ulu.
Pasangan calon yang diusung oleh DPP PKS antara lain, PKS Samarinda memiliki 5 kursi mengusung pasangan Andi Harun-Rusmadi Wongso, PKS Kutai Kartanegara memiliki 3 kursi mengusung pasangan Edy Damansyah-Rendi Solihin, PKS Bontang 3 Kursi mengusung pasangan Neni Moerniaeni dan Joni Muslim.
Kemudian, PKS Berau dengan 4 kursi, mengusung pasangan Muharram-Gamalis, PKS Balikpapan 6 kursi mengusung pasangan Rahmat Mas'ud-Thohari Aziz, PKS Kutai Barat 1 kursi mengusung pasangan FX Yapan-Edyanto Arkan.
"Sedangkan, Kutai Timur 2 kursi, mengusung Ardiansyah-Kasmidi Bulang, dan Paser 1 kursi, ke Sulaiman Eva Merukh - Ikhwan Wirawan," ujarnya.
Total, PKS memiliki 25 kursi pada parlemen di sembilan kabupaten/kota se-Kaltim.
Penyebab absennya dukungan di Pilkada di Mahulu, kata Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Kaltim Arif Kurniawan, karena partainya tidak memiliki kursi di parlemen.
"Kita serahkan kepada masyarakat Mahulu untuk memilih yang terbaik," terangnya, seusai Rakornas.
DPW PKS Kaltim menargetkan dapat memenangkan 70 sampai 80 persen dari sembilan pilkada di Kaltim. Ini instruksi dari DPP PKS.
Penulis: Faishal Alwan Yasir
Editor: M.Huldi