Ya, Suriani terpilih lewat proses pergantian antar waktu (PAW), menggantikan posisi almarhum Siswadi padahal seharusnya yang berhak adalah Elsye Suryanti Sondakh yang posisinya ada di atas Suriani saat pemilihan lalu. suratan takdir, Elsye pun meninggal dunia sehingga akhirnya pilihan jatuh kepada Suriani.
"Sebetulnya yang mendapat PAW itu Ibu Elsye Suryanti Sondakh di nomor urut 4 dan saya yang dibawahnya, tapi bu Elsye juga telah meninggal dunia setelah pemilu," kata Suriani yang sama sekali tak menyangka terpilih. "Perasaan saya ya biasa saja walaupun sedikit ada rasa tidak percaya," imbuhnya.
Suriani menjelaskan proyeksi yang akan dikerjakan setelah dirinya menjabat sampai sejauh ini ia masih berniat untuk hanya melanjutkan program kerja yang ada, lantaran sempat tak ada harapan untuk menjadi anggota dewan di Samarinda. "Saya hanya tinggal melanjutkan saja memperjuangkan yang sempat terhenti karena sempat tidak memperoleh suara untuk duduk lagi kemarin," papar Suriani.
Disinggung terkait kepastian kapan mulai aktif menduduki kantor dewan tingkat I itu, Suriani saat ini masih menunggu dari pihak Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). (*)
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur