Meski Airlangga Hartarto selaku Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar di awal masa penjaringan telah memberi surat tugas pada dirinya dalam menjalin komunikasi ke beberapa partai politik (parpol), namun rekom yang dihasilkan tidak untuk dirinya, hal itu dinilai dari pertimbangan yang matang dan untuk kebaikan partai berlambang beringin.
"Bagi saya, siapapun yang mendapat rekomendasi dari DPP tentu melalui segala pertimbangan yang matang dan keputusan jelas untuk kebaikan partai Golkar," kata Sari.
Selama membangun komunikasi politik menjelang pesta demokrasi, banyak hal yang dirasakan mulai dari menyita hati dan fikiran, pernak pernik kebahagiaan, kekecewaan dan sedikit ketegangan. "Tapi inilah bagian dalam seni berdemokrasi," lanjut Wakil Ketua I DPRD Berau tersebut.
Beberapa catatan tersebut, baginya sebagai pengalaman yang berharga dalam berorganisasi. Beda pendapat dan dukungan, tidak bisa dijustifikasi sebagai bentuk permusuhan. Sebab, perbedaan adalah bentuk anugrah yang setiap waktunya selalu ada. "Jangan melihat yang berbeda adalah lawan yang mesti dimusuhi karena intinya masih satu keluarga. Rajut kembali kebersamaan," ujarnya.
Meski sedikit terlambat, dirinya mengucapkan selamat kepada Seri Marawiah-Agus Tantomo telah mendapat SK dari DPP guna menjadi bakal calon bupati dan wakil bupati Berau pada perhelatan politik tingkat daerah mendatang.
Sementara itu, kepada pasangan kandidat yang sejak lama mengusung dirinya dengan jargon Muharram-Syarifatul (MURI), kepada Muharram (petahana) dan para relawan, Sari mengucapkan permohonan maaf dari dalam diri lantaran tidak bisa mendampingi Bupati Berau tersebut menuju perhelatan politik akhir tahun. "Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, karena keputusan tersebut saya tidak bisa melanjutkan MURI. Terimakasih atas kebersamaannya selama ini. Meski beda perahu, silaturahmi yang baik sesama manusia dan sesama sahabat semoga tetap terjalin dengan baik," papar Sari.
Dirinya meminta agar masyarakat Bumi Batiwakkal berprasangka baik atas keputusan tersebut, lantaran telah menjadi takdir sang maha kuasa, kedepan tentu akan ada hal yg lebih baik.
Terkahir, dirinya sangat mengapresiasi pada relawan yang berada di barisan perjuangan, baik pakde Toni, Pandawa Centre dan Salam Satu Jiwa Arema serta lainnya agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan. "Jangan galau, jangan sedih, saya tetap sayang dengan kalian. Love you semua tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata. Mohon maaf belum bisa memenuhi apa yang kalian inginkan," kata Sari.
"Saya masih mengedepankan etika berpartai dari pada yang lainnya. Sesuai komitmen awal saya yang ingin diusung partai sendiri. Walaupun sebenarnya kenyataan di lapangan politik itu dinamis dan orang lebih memilih figur ketimbang partai," ujar Sari.
Tak mau berlarut-larut lagi, kini dirinya menyeru masyarakat Bumi Batiwakkal guna menyambut pesta demokrasi dengan tetap mengedepankan sopan santun dan etika. Lantaran banyak terjadi hoax, dirinya meminta agar masyarakat tidak terlibat pada hal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. "Semua yang maju adalah orang-orang pilihan, dan siapapun yang terpilih kelak itulah putra-putri terbaik Berau," tutupnya. (*)
Penulis : Indra
Editor: Aspian Nur