Menurutnya, apel siaga Gerakan Coklit Serentak bertujuan menjaga semangat Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang akan bekerja dan bergerak serentak mendatangi rumah ke rumah pemilih.
"Sebenarnya PPDP sudah bisa bekerja pada tanggal 15 Juli kemarin dengan melakukan klik serentak, bila belum berkesempatan melakukan klik, masyarakat dapat kemudahan dengan adanya PPDP guna memberi info terkait hak pilihnya," ucapnya.
Dan nantinya PPDP bakal mengunjungi secara door to door, hal ini guna memastikan masyarakat mendapatkan hak pilih.
"PPDP diharap harus jeli melihat masyarakat, kadang ada orang yang belum berusia 17 tahun, namun pas tanggal 9 Desember usianya pas 17 tahun. Maka PPDP harus mencatat untuk diberikan hak pilih pemula begitu pun bagi pensiunan TNI, Polisi dan lainnya," ungkapnya.
Dirinya mengimbau agar seluruh PPDP yang tersebar di masing-masing kelurahan memastikan gerakan masif tersebut, dengan menempel stiker yang merupakan bukti bahwa rumah warga telah didata.
"Hal ini guna meningkatkan partisipasi masyarakat untuk hadir di tempat pemungutan suara (TPS), meski ditengah pandemi," ungkapnya.
Terkait fakta integritas, dirinya menyebut bahwa netralitas PPDP harus benar-benar utuh. Sebab, bila PPDP menjadi bagian dari partisipan bakal calon, bisa jadi bakal berpengaruh terhadap pemutakhiran data pemilih.
"Iya kalau ada yang tidak netral kita khawatirnya dia hanya mendata orang-orang yang pro dengannya. Selebihnya belum tentu di beri hak pilih. Untuk itu Bawaslu memiliki peran disini sebagai pengawas setiap tahapan KPU," terangnya. Ajib juga berpesan, agar selama proses berlangsung, PPDP diwajibkan menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan tugas. Baik mencuci tangan, bermasker, dan menjaga jarak. Untuk Alat Pelindung Diri (APD) KPU Berau telah menyediakan.
Sementara itu, Ketua KPU Berau, Budi Hardianto menambahkan, jumlah PPDP di Berau berkisar 550 orang yang tersebar di 13 kecamatan.
"Nantinya setiap TPS harus ada 1 PPDP. Namun yang terbanyak di wilayah Tanjung Redeb," tuturnya.
Mengingat Pilkada digelar di tengah pandemi wabah virus non-alam (Covid-19), KPU Berau yang awalnya menargetkan 800 orang per TPS. Besar kemungkinan setiap TPS bakal dibatasi dengan 500 orang.
"Hal ini karena kita menyesuaikan untuk tidak mengumpulkan masa dalam kapasitas besar," ungkapnya.
Sehingga penambahan sebanyak 113 TPS juga telah dilakukan.
Penulis : Indra
Editor: Desman Minang