"Kami terus membangun komunikasi politik ke setiap partai dan sudah ada 5 parpol dengan total 10 kursi di parlemen telah berkoalisi," kata Ahmad Basir atau akrab disapa AHB, Senin (29/6/2020).
Koalisi itu datang dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang memiliki 3 kursi, Partai Hati Nurani Rakyat 2 kursi, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) 1 kursi dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 1 kursi. Bahkan pimpinan partai koalisi pun hadir saat penyerahan surat rekomendasi.
Sedangkan Nasdem memiliki 3 kursi di DPRD Balikpapan. "Ada juga partai non parlemen yang bakal ikut bergabung," sebutnya.
Selain itu, juga akan dilakukan penjaringan kembali guna mencari satu nama yang bakal direkomendasikan bersanding dengan AHB. Nantinya nama itu disampaikan ke DPP Nasdem.
"Awalnya ada 10 nama, lalu mengerucut jadi 5 nama. Pastinya mencari terbaik dari yang baik," ujar AHB. Namun ia enggan membeberkan kelima nama tersebut.
"Yang pasti nama-nama itu tokoh potensial, pastinya sudah kami persiapkan. Bukan hanya politikus, ada juga dari birokrat dan pengusaha," sebutnya.
Nama-nama bakal pendamping dirinya itu juga muncul dari partai politik koalisi kendati hanya satu tokoh yang nantinya akan direkomendasikan. "Alhamdulillah, saya bisa berpasangan dengan siapa saja," pungkasnya.
Ketua DPD Nasdem Balikpapan, Rizal Effendi menambahkan adanya rekomendasi DPP itu membuat pencalonan kepala daerah dari partai besutan Surya Paloh semakin mengristal.
"Koalisi partai juga mudah-mudahan lancar, apalagi jumlah kursi sementara sudah cukup untuk mengusung pasangan calon," kata Rizal Effendi.
Soal pasangan, Rizal ingin AHB mendapat sosok yang terbaik dari latar belakang apa pun. "Bisa dari parpol, praktisi, tokoh masyarakat, yang penting memperkuat pasangan agar mengangkat perolehan suara," tandasnya.
Penulis: Hendra
Editor: Desman Minang