Termasuk Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan Yaser Arafat. Tokoh muda dan milenial yang memberanikan diri untuk menjadi bakal calon Wali Kota Balikpapan melalui usungan Partai Golkar.
"Alhamdulillah hampir semua partai mengundang saya. Kecuali Golkar. Saya diminta oleh simpatisan dan basis Golkar untuk bisa ambil formulir. Bukan undangan fungsionaris atau pengurus Golkar," kata Yaser Arafat.
Disinggung mengenai peluang dirinya mendapatkan perahu politik, Yaser menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme yang berlaku di Golkar. Termasuk partai lainnya yang pernah ia sambangi untuk mencalonkan diri.
"Itu dinamika politik yang harus sama-sama dipahami dan dihormati, karena sampai saat ini belum ada satu pun calon yang mendapatkan dukungan pimpinan pusat dari masing-masing partai," ujarnya.
Sementara menanggapi pertemuan Ketua DPD II Partai Golkar Balikpapan Rahmad Mas'ud dan Ketua DPC PDI Perjuangan Thohari Aziz di Jakarta, ia menyebut sebuah hal yang wajar dalam politik.
"Tapi kalau saya lihat sampai sekarang, belum ada pernyataan apa pun dari PDI Perjuangan terkait kemana dan ke siapa dukungan diberikan," sebutnya.
Seperti diketahui, pertemuan antara Rahmad Mas'ud dengan Thohari Aziz pada 15 Februari 2020 lalu berdasarkan undangan dari DPP PDI Perjuangan. "Kecenderungan itu ada, tetapi biasanya ditentukan dua sampai tiga bulan ke depan," lanjutnya.
Yaser meyakini partai akan mengusung calon yang memiliki potensi menang di Pemilihan Wali Kota - Wakil Wali Kota Balikpapan. Termasuk merebut hati masyarakat pemilih serta membawa perubahan bagi wajah kota ini.
Maka proses ini masih berjalan termasuk survei, saya yakin juga semua partai akan mengusung calon yang mempunyai potensi menang. Bukan hanya menang pilkada, tapi juga memenangi hati rakyat dan membawa perubahan bagi wajahnya kota Balikpapan ke depan.
"Biarlah proses berjalan untuk menentukan siapa calon pemimpin yang akan diusung oleh partai-partai yang ada. Apapun keputusannya, saya legawa," tandas Yaser Arafat.
Penulis/Editor : Hendra