Bergabungnya PAN secara otomatis memberi koalisi ini kekuatan 17 kursi.
Di DPRD Kukar, Gerindra punya tujuh kursi, PAN lima kursi, PKS tiga kursi, dan Nasdem dua kursi. Jumlah kursi itu lebih dari cukup untuk mengusung pasangan calon yakni minimal sembilan kursi.
“Saya bergabung di Poros Patin, karena saya punya kesamaan visi dengan ketua partai Gerindra, PKS dan Nasdem. Ini adalah perahu besar,”kata Supriyadi, Selasa (4/2/2020) malam.
Rudiansyah mengaku senang bergabungnya PAN di Poros Patin. “Artinya ternyata visi kami sama untuk memunculkan calon yang diinginkan rakyat,”katanya.
Menurutnya, siapa saja bakal calon yang ingin menggunakan perahu Poros Patin, terbuka kesempatan luas.
Rudi-sapaannya mengatakan, keempat partai yang tergabung di Poros Patin mempunyai calon masing-masing. Misalnya, di Gerindra ada dirinya, PAN ada Darlis Pattalongi, PKS ada Firnadi dan NasDem ada Marwan.
“Jadi target kami. Poros ini bisa membangun kemenangan. Nanti kita akan dengar aspirasi rakyat. Siapa calon yang diinginkan. Jadi di Poros Patin semua punya kesempatan dan peluang yang sama,”katanya.
Sebelum kedatangan PAN, Poros Patin digawangi Gerindra, PKS, dan Nasdem yang terbentuk pada Sabtu (1/2/2020) lalu.
Penulis: Sabri
Editor: M.Huldi