Namun disatu sisi, sosok Isran Noor sebagai Gubernur Kaltim, yang berkeinginan untuk menjadi nahkoda di Golkar Kaltim, juga merupakan tokoh yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Ayub mendorong keduanya untuk membicarakan persoalan politik di tataran DPP Partai Golkar di Jakarta. "AMPG bersikap, maka selesaikanlah persoalan komitmen politik antara beliau berdua, bersama-sama dengan teman-teman pengurus senior di DPP partai Golkar di Jakarta. Sehingga tidak adalagi kisruh dualisme Golkar pada waktu-waktu sebelumnya," sebut Ayub.
Ayub yang juga masuk dalam bursa Pilkada Kutai Kartanegara itu juga menginginkan agar Musda nanti, Pimpinan Golkar Kaltim, akan lahir dari proses Aklamasi. "Kami berharap persoalan itu diselesaikan diluar musda sehingga musda terjadi aklamasi. Tidak ada lagi lama-lamaan gontok-gontokan, demokrasi tetap berjalan, tetapi aklamasi sebagai sarana mufakat yang paling diutamakan," paparnya
Baik Makmur dan Isran bisa berkomitmen untuk bersama-sama untuk memajukan Golkar. Menurutnya sebagai kader muda, AMPG akan mengamankan seluruh keputusan yang lagi dari musda nantinya. "Kalau kami menginginkan kedua tokoh ini, yang satu adalah kader murni, yang sangat ideal untuk memimpin Golkar, yaitu Pak Makmur, bersama Pak Isran yang merupakan gubernur Kaltim, kalau bersatu berkomitmen memajukan Golkar Kaltim, Golkar pasti semakin jaya," tegas Ayub. (*)
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor: Aspian Nur