Mahasiswa Sebut Biaya Pilkada Tidak Etis Disampaikan ke Publik
1 menit baca1.053 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Kalangan mahasiswa menilai sebagian bakal kandidat yang akan maju pada Pemilihan Bupati (Pilbup) 2020 masih belum memberikan contoh dan pola komunikasi yang baik bagi para pemilih.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Kukar, Mursid Mubarak.
Dia membeberkan salah satu contohnya yaitu diungkapkannya nominal biaya politik yang cukup besar oleh beberapa kandidat.
Ini dianggap kurang mendidik dan membawa kesan politik yang transaksional.
"Bukannya membawa visi-misi untuk membangun daerah, melainkan malah yang digemborkan adalah jumlah uang yang sudah disiapkan dalam menyambut Pilbup kukar," kata Mursid kepada Korankaltim.com, Senin (4/11/2019).
Bagaimanapun, lanjutnya, tidak bisa dielakkan bahwa politik selama ini masih diwarnai dengan politik uang atau jual beli suara.
Namun, pihaknya tidak serta-merta menuduh bahwa uang yang nominalnya hingga ratusan miliar itu untuk membeli suara pemilih.
"Selama ini, tujuan kita adalah mendidik masyarakat agar demokrasi berjalan sehat, jujur dan adil dan termasuk menjauhi praktik politik yang pragmatis seperti jual beli suara," pungkasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: M.Huldi









