Ini menjadi dasar acuan DPC PDI Perjuangan Kota Balikpapan menggelar sarasehan untuk memperingati Sumpah Pemuda 1928, Senin malam (28/10/2019). Sekaligus mengajak kaum milenial agar mau membuka diri terhadap pendidikan politik.
"Pemuda, kaum milenial harus dirangkul, diajak agar mengerti dan peduli terhadap perkembangan dan pembangunan kota," kata Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPC PDI Perjuangan Balikpapan, Wiranata Oey.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan include PKB di DPRD Balikpapan ini menyebut, potensi kaum milenial sangat besar ketika menghadapi bonus demografi 2020 - 2030. "Jumlah kaum muda sangat besar, itu potensi, kompetensi sumber daya manusia harus dibangun agar berdaya saing," sambungnya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Balikpapan Thohari Aziz menambahkan, pemilih muda dan pemula berkisar 30 persen dari 52 ribu lebih suara yang diperoleh pada pada Pemilu Legislatif 17 April lalu.
"Kami melihat animo kaum muda dalam menggunakan media sosial, dan itu yang kami rangkul. Sisanya ya memang pemilih militan yang mencoblos gambar partai," timpal Thohari Aziz.
Pendidikan politik, sambung Thohari, sangat penting untuk kaum muda. "Bukan hanya untuk politisi yang sudah mengakar di partai saja," lanjutnya.
Sehingga sarasehan pemuda dijadikan ajang pendidikan agar kaum muda tidak alergi dengan partai dan ilmu politik. Mengingat partai politik adalah wadah untuk mencetak kader-kader pemimpin bangsa.
"Peran partai untuk menggaet kaum muda sangat diutamakan. Bahkan anggota fraksi kami wajib memiliki minimal 4 akun media sosial, mulai dari facebook, instagram, twitter sampai youtube," ungkapnya.
Alasannya karena kaum milenial mendominasi penggunaan media sosial. "Itu menjadi peluang bagi partai untuk menjaring keterlibatan kaum muda," jelasnya.
Selain melalui media sosial, PDI Perjuangan juga bersentuhan secara intensif dengan komunitas kaum muda yang banyak terdapat di Kota Balikpapan. Mulai klub sepeda motor sampai pencinta kopi.
"Seperti di Pasar Segar, banyak anak muda yang suka ngopi di sana, kami rangkul juga anak muda yang berwirausaha. Kami berinteraksi juga dengan mereka," tandas Thohari.
Penulis/Editor : Hendra