Pembukaan pada hari pertama, dihadiri Ketua DPC Gerindra Kutim Leni Anggraeni yang juga penasihat tim penjaringan. Juga dihadiri Ketua Penjaringan Sulaiman Wakil Ketua M Nawir, Sekretaris Edi Sentosa, Bendahara David Rante, beserta jajaran pengurus partsi dan relawan.
Ketua tim penjaringan, Sulaeman Hattase menuturkan, pengambilan formulir pendaftaran selama sebelas hari kedepan sejak tanggal 7-17 Oktober 2019 terbuka untuk umum maupun kader partai. Sulaeman menegaskan kandidat yang ingin mendaftar diluar jadwal yang telah ditentukan tidak akan direkomendasikan
“Pendaftaran ini dibuka untuk umum, sehingga siapa saja boleh mendaftar. Yakni untuk menjaring dan melahirkan pemimpin berkualitas, dalam menghadapi pilkada serentak 2020,” tutur Sulaiman.
Diharapkan hasil penjaringan ini bisa menghasilkan calon pemimpin berkualitas. Tentu kedepan akan memcari koalisi partai setelah sudah ada bakal calon yang direkomendasikan sebab gerindra hanya punya tiga kursi di parlemen untuk itu dengan adanya koalisi nantinya dapat memenuhi minimal delapan kursi pengusung. “Semoga semuanya bisa berjalan baik sesuai mekanisme. Kami tidak memberi batasan kalau perlu sebanyak-banyaknya yang mendaftar. Kita tinggal merekom ke tingkat atas," katanya lagi.
Penjaringan bukan sekedar formalitas tetapi harus riil mengikuti setiap tahapan agar bisa meyakinkan di masyarakat kader di usung betul-betul berkualitas. "Baik kader kita tekankan untuk mengikuti prosedur agar tetap dapat rekomendasi oleh DPD untuk dibawa ke tingkap DPP pusat. Jadi kami betul-betul mencari publik figur," papar Sulaiman. (*)
Penulis: Zulhamri
Editor: Aspian Nur