Bilher mengatakan pendaftaran penjaringan ini dibuka pada selama satu bulan lamanya, dari 23 September-23 Oktober mendatang. Setelah itu, lanjutnya, para pendaftar harus memaparkan visi-misi dan strategi akan dilakukan mulai 24-31 Oktober 2019. Kemudian dilanjutkan pleno DPD dan DPW pada 1-5 November 2019, dan pada 6-8 November 2019 dilakukan penyerahan berkas ke DPP. “Jadwal ini serentak di secara nasional,” kata Bilher. Sejak DPD Partai Nasdem Bontang membuka pendaftaran, lanjutnya, perwakilan Neni sudah menghubunginya dan menyatakan ingin mengambil formulir.
Sementara Bahtiar Wakkang mengatakan penjaringan calon wali kota Bontang berjalan transparan. Tidak ada embel-embel iuaran alias tidak dipungut bayaran. “Nasdem terbuka untuk umum, siapapun bisa mendaftar dan melamar di Nasdem, bahkan internal partaipun jika ingin mencalonkan diri juga wajib mendaftar,” ujar Bahtiar.
Menurutnya, untuk calon yang akan diusung Nasdem, harus yang memiliki elektabilitas tinggi. Karena itulah, Nasdem juga akan melakukan survey langsung terhadap para calon kandidat.
“Para calon harus melampirkan hasil survey, walau dari internal kalau dari hasil survey gak maksimal, ya partai Nasdem tidak bisa juga memprioritaskan. Tim Nasdem juga akan lakukan survey, dari pusat sekaligus sebagai penyeimbang dari calon itu sendiri, karena elektabilitas salah satu poin utama,” sebutnya.
Andi Mulyono mengaku dirinya mewakili untuk mengambil formulir pendaftaran sebagai calon Wali Kota Bontang periode selanjutnya. “Semoga kegiatan ini mendapatkan berkah dari Allah Subhanahu Wataala,” ujar Andi.
Terpisah, melalui pesan singkat Neni mengaku mengambil formulir pendaftaran ini karena Nasdem sedang membuka pendaftaran. “Tadi pagi (kemarin, Red) tim ambil formulir calon wali kota dari Nasdem, untuk koalisi memperkuat dukungan kemenangan,” kata Neni. Neni juga menegaskan hal tersebut juga berlaku untuk partai yang lain. “Yang lain belum terbuka, jadi kita tunggu saja,” pungkasnya. (*)
Penulis: */Cholisoh
Editor: Aspian Nur