"Karena selama ini kita (PDI Perjuangan, Red) hanya bisa mengusung, harapan ke depan, salah satu dari kader punya kesempatan yang sama dalam pilkada," kata Eddy Sunardi, Kamis (5/9/2019).
Selain dirinya, kader potensial yang dimiliki partai berhaluan nasionalisme ini diantaranya Safaruddin yang menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim dan anggota DPR RI serta Thohari Aziz yang kini sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Balikpapan dan Wakil Pimpinan Sementara DPRD Balikpapan.
"Ada kader-kader yang potensial. Alhamdulillah, saya juga sudah meminta restu orangtua dan keluarga," ujarnya yang pada Pemilu Legislatif 17 April 2019 lalu meraup sekitar 15.300-an suara.
"Saya pikir itu (perolehan suara, Red) menjadi salah satu modal untuk pilkada, tapi kontestasi ini kan pestanya masyarakat," sebutnya.
Dia pun menyatakan siap melepaskan jabatan sebagai anggota DPRD Kaltim bila ditetapkan sebagai calon kepala daerah di Kota Balikpapan. Pasalnya, Undang-Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3) mengamanatkan hal itu.
"Dalam satu gerakan, tindakan, pasti ada risiko. Sekali saya maju, pantang mundur ke belakang," tegasnya.
Meski begitu, dirinya juga harus mendapat keputusan DPP PDI Perjuangan. "kalau itu diberikan, ya saya siap mundur sebagai wakil rakyat di DPRD Kaltim," tandasnya.
Penulis/Editor : Hendra