"Kami diminta oleh Bapak Bupati untuk bekerja sesuai dengan anggaran yang ada saja. Makanya akan kami kerjakan, akan tetapi jika dalam perjalanan ada yang kurang, jangan pernah salahkan KPU. Mengingat, pekerjaan yang diberikan ke kami sesuai dengan anggaran yang diberikan,"tegas Ketua KPU Berau, Budi Harianto kepada Korankaltim.com di ruang kerjanya.
Ditambahkan Budi, angka Rp500 juta tersebut diketahui setelah ketuk palu anggaran. Padahal, seharusnya KPU diajak bertemu dan membahas apa saja kebutuhan dari usulan Rp 4 miliar.
"Dipanggil saja tidak pernah, apalagi mengetahui anggaran yang disetujui. Kami baru tahu setelah diketok dan saya sempat menghubungi Ketua DPRD, memang segitu yang disetujui katanya,"tambahnya.
Padahal, di tahun 2019, ini banyak tahapan yang akan dilakukan KPU guna mensukseskan Pilkada. "Baik itu dari sosialisasi, pelatihan, pembuatan maskot dan lainnya,"tegasnya.
Bupati Berau H Muharram membenarkan soal anggaran Rp500 juta buat KPU.
"Iya, kita hanya menyetujui Rp500 juta dan segitu saja menurut kita sudah cukup buat KPU Berau untuk melaksanakan tahapannya. Sisanya akan kita setujui di anggaran murni tahun 2020 dan baru dimulai lagi tahapannya,"pungkasnya.
Penulis : Indra
Editor : M.Huldi