Dijelaskannya, terselenggaranya pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan dengan lancar dan kondusif tersebut tak lepas dari kerja sama semua pihak mulai dari penyelenggara baik KPU maupun Bawaslu, seluruh tokoh masyarakat, adat maupun agama termasuk TNI dan Polri.
Dalam kurun waktu belum setahun, Kaltim melaksanakan dua kali pesta demokrasi yakni Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur dan Pemilu 2019 yang baru digelar April lalu.
"Ya, sudah dua kali pesta demokrasi yang dilalui oleh masyarakat Kaltim dan semua bisa berjalan dengan aman dan kondusif, sehingga wajar saja kemudian menjadi salah satu alternatif sebagai ibukota Indonesia,"bebernya.
Situasi kondusif tersebut diakuinya perlu dipelihara hingga 22 Mei nanti saat pengumuman hasil Pemilu 2019 Nasional.
"Harus tetap menjaga kondusivitas hingga 22 Mei nanti. Artinya, apa yang menjadi hasil itu sudah menjadi kesepakatan bersama,"terangnya.
Sebab, pada tanggal 10 Mei lalu telah dilakukan pleno hasil Pemilu 2019 untuk tingkat Provinsi Kaltim dan telah disahkan dengan ditandatangani oleh saksi partai, timses maupun unsur-unsur terkait dan pihaknya pun turut menyaksikan pleno tersebut.
"Jadi, ya tidak ada alasan lagi pemilu di Kaltim itu curang, karena tidak ada protes dan masalah, semua pihak menandatangani. Jangan sampai ini membuat masyarakat bingung lagi mana yang benar dan tidak,"ucapnya.
Kapolda berharap masyarakat Kaltim khususnya tak terpengaruh dengan pemberitaan yang tidak benar terkait adanya pemilu curang di Kaltim tersebut.
"Masyarakat jangan sampai terpengaruh, dengan pemberitaan-pemberitaan yang tidak benar, karena hal itu akan menyebabkan,"tandasnya.
Penulis: Nancy
Editor : M.Huldi