"Lima orang yang sudah mengantri ini akan bersama-sama dengan calon komisioner KPU Kaltim yang lolos tes psikologi untuk mengikuti tes kesehatan," ungkap Susilo.
Usai tes kesehatan, nantinya ada tes wawancara. Hasil tes kesehatan dan wawancara akan diambil 10 nama yang akan dikirim ke KPU RI. "10 nama yang lolos kami serahkan ke KPU untuk mengikuti fit and proper test untuk hasilkan 5 orang dan serahkan ke KPU RI untuk proses pelantikan," jelasnya lagi.
Terpisah, Sekretaris KPU Kaltim Sarifuddin Rusli mengatakan, biaya untuk tes kesehatan pihaknya belum bisa mengestimasikan. Ambi-sapaanya-hanya menyebut satu orang mendapat jatah Rp2,5 juta untuk medical check up (MCU). “Ada beberapa item yang diperiksa. Mulai dari cek obat, mata, narkoba dan lain-lain,” sebut Ambi.
Sebelumnya, sebanyak 10 calon Komisioner KPU Kaltim yang menjalani tes psikologi di Hotel Midtown, Senin (11/9/2019) lalu dengan melibatkan tim dari Bidang SDM Polda Kaltim sebagai penguji berjumlah sebelas orang menelan biaya Rp100 juta. Ada tiga jenis metode dilakukan yakni tes tertulis, Focus Group Discussion (FGD), dan wawancara.
“Nilai ketiganya diakumulasi baru bisa nanti bisa ketahuan siapa yang memenuhi syarat,”kata Ketua Tim Tes Psikologi, R Guna Darmawan, saat ditemui media ini disela-sela tes psikologi.
Meskipun pada satu metode peserta memiliki nilai rendah, namun dua lainnya memenuhi, masih bisa memungkinkan untuk lolos. “Bisa saja tes tertulis tapi di wawancara pendalamannya bagus, nanti penilaiannya secara kuantitatif,” kata Ambi lagi.
Penilaian dari metode itu pun beragam. Ada yang menilai berdasarkan kelompok hingga individu. Penilaian secara individu masuk dalam metode tes tertulis dan wawancara. Sementara penilaian kelompok dilihat lewat FGD.
Peserta sendiri baru bisa dinyatakan lulus apabila poinnya diatas nilai minimnum yakni 61,00. Darmawan menambahkan dalam tes psikologi banyak hal yang dinilai. Mulai dari kecerdasan, kepribadian hingga sikap kerja. Termasuk pula kemampuan dalam mengendalikan emosi atau pun menganalisa masalah. “Jadi semua punya peran dalam penilaian,tapi nilai kelulusaan minimum 61,00 persen," pungkasnya. (*)
Penulis : Sabri
Editor: Aspian Nur