Penulis: Yieli Desvin
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda terus menjalankan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser di bidang pendidikan dan penelitian.
Penulis: Yieli Desvin
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda terus menjalankan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser di bidang pendidikan dan penelitian.
Dalam bidang pendidikan, kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), tenaga bendahara dan kepala tata usaha sekolah untuk meningkatkan kualifikasi akademik hingga jenjang sarjana (S1).
Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UWGM Samarinda Aan Indarto mengatakan, kerja sama yang telah berjalan hampir tiga tahun itu mencakup dua bidang utama, yakni pendidikan dan penelitian. Pada program RPL guru PAUD, UWGM telah meluluskan 126 mahasiswa dari gelombang pertama melalui yudisium.
Selanjutnya, sebanyak 111 mahasiswa dari gelombang kedua akan menyusul, sedangkan 60 mahasiswa gelombang ketiga masih menjalani proses perkuliahan.
“Guru PAUD di Kabupaten Paser itu sekarang kemungkinan nanti tidak akan ada lagi yang ijazah SMA, ijazahnya sudah S1,” ujarnya, Sabtu (7/11/2026).
Selain guru PAUD, program RPL juga menyasar tenaga bendahara dan kepala tata usaha di sekolah tingkat SD dan SMP melalui Program Studi Akuntansi dan Manajemen. Pada semester pertama, program tersebut telah diikuti 143 mahasiswa. Seluruh biaya pendidikan peserta ditanggung Pemkab Paser.
Program RPL memberikan kesempatan bagi tenaga pendidik dan kependidikan yang telah memiliki pengalaman kerja untuk melanjutkan pendidikan dengan masa studi lebih singkat dibandingkan jalur reguler.
“Pengalaman pekerjaan itu yang kami rekognisi, yang tadinya kuliah delapan semester, nanti kuliah di RPL ini hanya empat semester,” jelas Aan.
Di bidang penelitian, UWGM juga telah menyelesaikan kajian akademik mengenai kewenangan daerah dalam penyelenggaraan air bersih serta perlindungan guru. Kajian tersebut disiapkan sebagai bahan rekomendasi penyusunan rancangan peraturan daerah.
“Proses asesmennny itu kami jaga ketat dan juga kami laporkan ke kementerian dengan sangat baik,” tutup Aan.
Editor: Aspian Nur
Dalam bidang pendidikan, kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), tenaga bendahara dan kepala tata usaha sekolah untuk meningkatkan kualifikasi akademik hingga jenjang sarjana (S1).
Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UWGM Samarinda Aan Indarto mengatakan, kerja sama yang telah berjalan hampir tiga tahun itu mencakup dua bidang utama, yakni pendidikan dan penelitian. Pada program RPL guru PAUD, UWGM telah meluluskan 126 mahasiswa dari gelombang pertama melalui yudisium.
Selanjutnya, sebanyak 111 mahasiswa dari gelombang kedua akan menyusul, sedangkan 60 mahasiswa gelombang ketiga masih menjalani proses perkuliahan.
“Guru PAUD di Kabupaten Paser itu sekarang kemungkinan nanti tidak akan ada lagi yang ijazah SMA, ijazahnya sudah S1,” ujarnya, Sabtu (7/11/2026).

Selain guru PAUD, program RPL juga menyasar tenaga bendahara dan kepala tata usaha di sekolah tingkat SD dan SMP melalui Program Studi Akuntansi dan Manajemen. Pada semester pertama, program tersebut telah diikuti 143 mahasiswa. Seluruh biaya pendidikan peserta ditanggung Pemkab Paser.
Program RPL memberikan kesempatan bagi tenaga pendidik dan kependidikan yang telah memiliki pengalaman kerja untuk melanjutkan pendidikan dengan masa studi lebih singkat dibandingkan jalur reguler.
“Pengalaman pekerjaan itu yang kami rekognisi, yang tadinya kuliah delapan semester, nanti kuliah di RPL ini hanya empat semester,” jelas Aan.
Di bidang penelitian, UWGM juga telah menyelesaikan kajian akademik mengenai kewenangan daerah dalam penyelenggaraan air bersih serta perlindungan guru. Kajian tersebut disiapkan sebagai bahan rekomendasi penyusunan rancangan peraturan daerah.
“Proses asesmennny itu kami jaga ketat dan juga kami laporkan ke kementerian dengan sangat baik,” tutup Aan.
Editor: Aspian Nur






Pusat gempa berada di darat 47 km Timur Laut Sigi
07 Nov 2026, 02:07:01 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG