Penulis: Yieli Desvin
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Pengelolaan iuran dan keterbukaan keuangan menjadi salah satu perhatian dalam penataan organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Samarinda.
Penulis: Yieli Desvin
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Pengelolaan iuran dan keterbukaan keuangan menjadi salah satu perhatian dalam penataan organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Samarinda.
Organisasi yang memiliki potensi keanggotaan sekitar 10.000 hingga 10.700 guru tersebut mencatat hanya sekitar 2.000 anggota aktif yang rutin membayar iuran.
Kondisi ini mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda meminta penguatan transparansi keuangan sekaligus mendorong digitalisasi layanan organisasi.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan silaturahmi dan audiensi Disdikbud bersama pengurus PGRI Kota Samarinda di Ruang Rapat Kepala Disdikbud, Senin (2/11/2026).
Pertemuan membahas penataan tata kelola organisasi periode 2025 – 2030, validasi data keanggotaan, pertanggungjawaban keuangan, hingga penguatan publikasi kegiatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Samarinda, Eko Suprayetno menegaskan, laporan pertanggungjawaban dan informasi saldo keuangan perlu disampaikan secara terbuka kepada anggota. Terutama sebelum terdapat penarikan atau penyesuaian iuran baru.
“Sebelum penarikan atau pemberlakuan penyesuaian iuran baru, laporan pertanggungjawaban dan informasi saldo keuangan perlu disampaikan secara terbuka kepada anggota dan masyarakat,” tegasnya.
Ketua PGRI Kota Samarinda, Asli Nuryadin, dalam pertemuan tersebut memaparkan potensi keanggotaan organisasi yang mencakup guru jenjang SMA dan SMK.
Pengurus juga menjelaskan skema pembagian iuran, dengan 30 persen dialokasikan untuk PGRI tingkat kota, serta dinamika realisasi anggaran kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) dalam beberapa tahun terakhir.
Selain persoalan keuangan, penguatan program kerja organisasi turut menjadi pembahasan. Koordinator Bidang Karier PGRI Kota Samarinda, Chelda Yuliada, mendorong agar kegiatan organisasi lebih diarahkan pada peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Di antaranya melalui bimbingan teknis praktik baik pembelajaran, santunan duka cita, penguatan rekam jejak organisasi, serta kaderisasi.
“Kita perlu memfokuskan program pada pembelajaran anggota melalui bimbingan teknis praktik baik (best practice), peningkatan kesejahteraan lewat santunan duka cita, penguatan rekam jejak organisasi, hingga agenda kaderisasi terdekat,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Sekretaris Disdikbud Samarinda, Barlin H. Kesuma menyoroti, pentingnya komunikasi publik yang lebih kuat. Publikasi prestasi guru, termasuk dari wilayah Samarinda Seberang dan Palaran, dinilai perlu diperluas untuk menghadirkan informasi yang berimbang di tengah dinamika pemberitaan media sosial.
Sebagai tindak lanjut, Disdikbud mengusulkan keterlibatan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dalam pengembangan dashboard informasi PGRI yang terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) melalui kanal WhatsApp Board.
Pengembangan layanan digital tersebut juga diarahkan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk Universitas Mulawarman (Unmul), untuk mendukung pelatihan AI dan bimbingan teknis. Publikasi organisasi turut diperluas melalui program SAPA ASN sebagai bagian dari upaya memperkuat keterbukaan informasi dan sinergi pendidikan di Samarinda.
Editor: Erwin
Organisasi yang memiliki potensi keanggotaan sekitar 10.000 hingga 10.700 guru tersebut mencatat hanya sekitar 2.000 anggota aktif yang rutin membayar iuran.
Kondisi ini mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda meminta penguatan transparansi keuangan sekaligus mendorong digitalisasi layanan organisasi.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan silaturahmi dan audiensi Disdikbud bersama pengurus PGRI Kota Samarinda di Ruang Rapat Kepala Disdikbud, Senin (2/11/2026).
Pertemuan membahas penataan tata kelola organisasi periode 2025 – 2030, validasi data keanggotaan, pertanggungjawaban keuangan, hingga penguatan publikasi kegiatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Samarinda, Eko Suprayetno menegaskan, laporan pertanggungjawaban dan informasi saldo keuangan perlu disampaikan secara terbuka kepada anggota. Terutama sebelum terdapat penarikan atau penyesuaian iuran baru.
“Sebelum penarikan atau pemberlakuan penyesuaian iuran baru, laporan pertanggungjawaban dan informasi saldo keuangan perlu disampaikan secara terbuka kepada anggota dan masyarakat,” tegasnya.
Ketua PGRI Kota Samarinda, Asli Nuryadin, dalam pertemuan tersebut memaparkan potensi keanggotaan organisasi yang mencakup guru jenjang SMA dan SMK.
Pengurus juga menjelaskan skema pembagian iuran, dengan 30 persen dialokasikan untuk PGRI tingkat kota, serta dinamika realisasi anggaran kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) dalam beberapa tahun terakhir.
Selain persoalan keuangan, penguatan program kerja organisasi turut menjadi pembahasan. Koordinator Bidang Karier PGRI Kota Samarinda, Chelda Yuliada, mendorong agar kegiatan organisasi lebih diarahkan pada peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Di antaranya melalui bimbingan teknis praktik baik pembelajaran, santunan duka cita, penguatan rekam jejak organisasi, serta kaderisasi.
“Kita perlu memfokuskan program pada pembelajaran anggota melalui bimbingan teknis praktik baik (best practice), peningkatan kesejahteraan lewat santunan duka cita, penguatan rekam jejak organisasi, hingga agenda kaderisasi terdekat,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Sekretaris Disdikbud Samarinda, Barlin H. Kesuma menyoroti, pentingnya komunikasi publik yang lebih kuat. Publikasi prestasi guru, termasuk dari wilayah Samarinda Seberang dan Palaran, dinilai perlu diperluas untuk menghadirkan informasi yang berimbang di tengah dinamika pemberitaan media sosial.
Sebagai tindak lanjut, Disdikbud mengusulkan keterlibatan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dalam pengembangan dashboard informasi PGRI yang terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) melalui kanal WhatsApp Board.






Pengembangan layanan digital tersebut juga diarahkan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk Universitas Mulawarman (Unmul), untuk mendukung pelatihan AI dan bimbingan teknis. Publikasi organisasi turut diperluas melalui program SAPA ASN sebagai bagian dari upaya memperkuat keterbukaan informasi dan sinergi pendidikan di Samarinda.
Editor: Erwin

1.223 kali dibaca

Pusat gempa berada di laut 42 km Timur Laut Ruteng, Manggarai
03 Nov 2026, 18:43:49 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG