Sebanyak 120 siswa mengikuti kegiatan tersebut. Untuk menjaga efektivitas pembelajaran di kelas, sekolah menerapkan sistem perwakilan dengan mengirimkan empat siswa dari setiap kelas.
Personel Satbinmas Polres Kukar, Iptu Eko Santoso, menyampaikan materi tentang jenis-jenis narkoba, dampaknya terhadap kesehatan fisik dan mental, langkah pencegahan, serta sanksi hukum bagi penyalahguna dan pengedar.
“Polisi bersama masyarakat, bersama-sama menjaga generasi penerus bangsa agar tumbuh sehat, cerdas, dan bebas narkoba,” tegas Iptu Eko, Rabu (28/10/2026).
Sementara itu, Perwakilan sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Tenggarong, Wahyu Perdana, menjelaskan, sinergi ini menjadi wadah pembinaan yang efektif bagi para siswa. Ia menilai, kepolisian rutin memiliki agenda kunjungan edukatif ke berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga menengah.
“Polres memiliki agenda setiap minggu untuk turun ke sekolah-sekolah, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, untuk melakukan sosialisasi sesuai dengan divisinya,” ujar Wahyu.
Sebelumnya, sekolah ini juga sukses menggelar kegiatan serupa bekerja sama dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kukar, salah satunya edukasi terkait balapan liar yang kerap kali terjadi.
Pihaknya berkomitmen menjaga kedisiplinan siswa lewat pengawasan ketat. Langkah yang ditempuh meliputi pemantauan langsung harian serta razia rutin setiap bulan di titik-titik yang disinyalir kerap menjadi tempat berkumpulnya para pelajar.
“Koordinasi lintas instansi bersama pihak kepolisian juga tetap dioptimalkan untuk mengantisipasi potensi kenakalan remaja atau tindakan negatif lainnya,” ungkapnya.
Pihaknya sekolah mengakui, pengawasan yang dilakukan memiliki batasan, sebab, aktivitas siswa tidak selamanya terpantau, khususnya saat berada di luar lingkungan sekolah atau di rumah. Oleh sebab itu, Wahyu menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan pembinaan karakter siswa berada pada kolaborasi erat antara pihak sekolah, kepolisian, dan pengawasan dari orang tua masing-masing anak.
Dengan adanya sosialisasi serta pengawasan terpadu ini, pihak sekolah optimis angka penyimpangan perilaku di kalangan pelajar dapat ditekan, sekaligus melahirkan generasi muda Kukar yang disiplin, sehat, dan bebas dari narkoba.
“Kita akan terus berusaha mengetatkan pantauan di sekolah, tapi peran dan tanggung jawab orang tua di rumah juga sangat diperlukan,” tutupnya.
Editor: Erwin
Sebanyak 120 siswa mengikuti kegiatan tersebut. Untuk menjaga efektivitas pembelajaran di kelas, sekolah menerapkan sistem perwakilan dengan mengirimkan empat siswa dari setiap kelas.
Personel Satbinmas Polres Kukar, Iptu Eko Santoso, menyampaikan materi tentang jenis-jenis narkoba, dampaknya terhadap kesehatan fisik dan mental, langkah pencegahan, serta sanksi hukum bagi penyalahguna dan pengedar.
“Polisi bersama masyarakat, bersama-sama menjaga generasi penerus bangsa agar tumbuh sehat, cerdas, dan bebas narkoba,” tegas Iptu Eko, Rabu (28/10/2026).
Sementara itu, Perwakilan sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Tenggarong, Wahyu Perdana, menjelaskan, sinergi ini menjadi wadah pembinaan yang efektif bagi para siswa. Ia menilai, kepolisian rutin memiliki agenda kunjungan edukatif ke berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga menengah.
“Polres memiliki agenda setiap minggu untuk turun ke sekolah-sekolah, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, untuk melakukan sosialisasi sesuai dengan divisinya,” ujar Wahyu.
Sebelumnya, sekolah ini juga sukses menggelar kegiatan serupa bekerja sama dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kukar, salah satunya edukasi terkait balapan liar yang kerap kali terjadi.
Pihaknya berkomitmen menjaga kedisiplinan siswa lewat pengawasan ketat. Langkah yang ditempuh meliputi pemantauan langsung harian serta razia rutin setiap bulan di titik-titik yang disinyalir kerap menjadi tempat berkumpulnya para pelajar.
“Koordinasi lintas instansi bersama pihak kepolisian juga tetap dioptimalkan untuk mengantisipasi potensi kenakalan remaja atau tindakan negatif lainnya,” ungkapnya.
Pihaknya sekolah mengakui, pengawasan yang dilakukan memiliki batasan, sebab, aktivitas siswa tidak selamanya terpantau, khususnya saat berada di luar lingkungan sekolah atau di rumah. Oleh sebab itu, Wahyu menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan pembinaan karakter siswa berada pada kolaborasi erat antara pihak sekolah, kepolisian, dan pengawasan dari orang tua masing-masing anak.
Dengan adanya sosialisasi serta pengawasan terpadu ini, pihak sekolah optimis angka penyimpangan perilaku di kalangan pelajar dapat ditekan, sekaligus melahirkan generasi muda Kukar yang disiplin, sehat, dan bebas dari narkoba.
“Kita akan terus berusaha mengetatkan pantauan di sekolah, tapi peran dan tanggung jawab orang tua di rumah juga sangat diperlukan,” tutupnya.