Penguatan kerja sama ini menjadi salah satu agenda dalam pertemuan tahunan konsorsium yang juga membahas evaluasi kepengurusan dan arah strategis kerja sama akademik ke depan.
Dalam Annual General Meeting (AGM), konsorsium menetapkan Dato Seri Setia Dr. Haji Norarfan dari Universitas Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam, sebagai ketua yang baru. Posisi wakil ketua dipercayakan kepada perwakilan Indonesia dan Malaysia.
Ketua Panitia KUUB Internasional, Irman Irawan mengatakan, AGM juga membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya serta menerima lima perguruan tinggi baru sebagai anggota konsorsium.
Lima anggota baru tersebut terdiri atas dua perguruan tinggi dari Indonesia, dua dari Malaysia, dan satu dari Brunei Darussalam. Penambahan ini memperluas jejaring kerja sama konsorsium yang sebelumnya beranggotakan sekitar 16 perguruan tinggi.
“Lima member baru yang jadi anggota baru ini sudah kita sahkan untuk kegiatan convention hari ini,” ujar Irman, Rabu (21/10/2026).
Ia menjelaskan, kerja sama konsorsium berfokus pada pengembangan riset, pertukaran mahasiswa, dan dosen. Ke depan, kolaborasi juga akan diperluas hingga tingkat mahasiswa agar hubungan antarkampus tidak hanya berlangsung di level pimpinan perguruan tinggi.
“Konsorsium ini lebih pada pengembangan riset, selanjutnya kegiatan pertukaran pelajar, selanjutnya pertukaran dosen,” jelasnya.
Implementasi kerja sama tersebut salah satunya terlihat melalui kegiatan pengajaran yang dilakukan sejumlah dosen dari Malaysia di Unmul. Selain itu, konsorsium juga mendorong pembentukan kegiatan bersama di tingkat mahasiswa untuk memperluas keterlibatan sivitas akademika dari ketiga negara.
Selain agenda akademik, rangkaian convention selama tiga hari ini mencakup pembahasan integritas dan tata kelola pemerintahan yang baik. Forum tersebut menjadi ruang bagi kalangan akademisi untuk memberikan masukan kepada pemerintah.
Agenda berikutnya dijadwalkan berupa kunjungan ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam kunjungan itu, delegasi akan mendapatkan pemaparan dari Kepala Otorita IKN (OIKN) mengenai perkembangan pembangunan serta perubahan pola pikir dan integritas kerja seiring perpindahan ibu kota negara.
Irman mengatakan, kunjungan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran langsung kepada delegasi, khususnya dari Malaysia dan Brunei Darussalam, mengenai perkembangan pembangunan IKN.
“Tujuan utamanya kita akan menunjukkan Kepada Masyarakat, terutama progres pembangunan IKN itu berjalan,” tutupnya.
Editor: Erwin
Penguatan kerja sama ini menjadi salah satu agenda dalam pertemuan tahunan konsorsium yang juga membahas evaluasi kepengurusan dan arah strategis kerja sama akademik ke depan.
Dalam Annual General Meeting (AGM), konsorsium menetapkan Dato Seri Setia Dr. Haji Norarfan dari Universitas Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam, sebagai ketua yang baru. Posisi wakil ketua dipercayakan kepada perwakilan Indonesia dan Malaysia.
Ketua Panitia KUUB Internasional, Irman Irawan mengatakan, AGM juga membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya serta menerima lima perguruan tinggi baru sebagai anggota konsorsium.
Lima anggota baru tersebut terdiri atas dua perguruan tinggi dari Indonesia, dua dari Malaysia, dan satu dari Brunei Darussalam. Penambahan ini memperluas jejaring kerja sama konsorsium yang sebelumnya beranggotakan sekitar 16 perguruan tinggi.
“Lima member baru yang jadi anggota baru ini sudah kita sahkan untuk kegiatan convention hari ini,” ujar Irman, Rabu (21/10/2026).
Ia menjelaskan, kerja sama konsorsium berfokus pada pengembangan riset, pertukaran mahasiswa, dan dosen. Ke depan, kolaborasi juga akan diperluas hingga tingkat mahasiswa agar hubungan antarkampus tidak hanya berlangsung di level pimpinan perguruan tinggi.
“Konsorsium ini lebih pada pengembangan riset, selanjutnya kegiatan pertukaran pelajar, selanjutnya pertukaran dosen,” jelasnya.
Implementasi kerja sama tersebut salah satunya terlihat melalui kegiatan pengajaran yang dilakukan sejumlah dosen dari Malaysia di Unmul. Selain itu, konsorsium juga mendorong pembentukan kegiatan bersama di tingkat mahasiswa untuk memperluas keterlibatan sivitas akademika dari ketiga negara.
Selain agenda akademik, rangkaian convention selama tiga hari ini mencakup pembahasan integritas dan tata kelola pemerintahan yang baik. Forum tersebut menjadi ruang bagi kalangan akademisi untuk memberikan masukan kepada pemerintah.
Agenda berikutnya dijadwalkan berupa kunjungan ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam kunjungan itu, delegasi akan mendapatkan pemaparan dari Kepala Otorita IKN (OIKN) mengenai perkembangan pembangunan serta perubahan pola pikir dan integritas kerja seiring perpindahan ibu kota negara.
Irman mengatakan, kunjungan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran langsung kepada delegasi, khususnya dari Malaysia dan Brunei Darussalam, mengenai perkembangan pembangunan IKN.
“Tujuan utamanya kita akan menunjukkan Kepada Masyarakat, terutama progres pembangunan IKN itu berjalan,” tutupnya.