Penulis: La Eko
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Kota Balikpapan, mulai berjalan pada Rabu (14/10/2026).
Penulis: La Eko
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Kota Balikpapan, mulai berjalan pada Rabu (14/10/2026).
Kebijakan yang diberlakukan akibat kondisi kabut asap dan kualitas udara tidak sehat ini membuat aktivitas siswa di sekolah beralih ke pembelajaran daring dari rumah.
Dari hasil pantauan di SMP Negeri 1 Balikpapan, kawasan Kampung Pelajar, Gunung Pasir, menunjukkan suasana sekolah yang lengang.
Tidak terlihat aktivitas siswa di dalam maupun di luar kelas. Kegiatan di sekolah hanya diisi guru, kepala sekolah, dan sejumlah petugas.
Meski demikian, proses belajar mengajar tetap berlangsung secara virtual. Para guru mengajar dari sekolah, sementara siswa mengikuti pelajaran dari rumah masing-masing.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, meninjau pelaksanaan PJJ di sejumlah sekolah bersama Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali.
Saat berada di SMP Negeri 1 Balikpapan, Irfan turut berkomunikasi dengan siswa yang mengikuti pembelajaran daring melalui laptop milik guru. “Hari pertama PJJ berjalan lancar,” ujarnya usai peninjauan.
Ia menyebutkan, sejak pagi dirinya telah mengunjungi tujuh sekolah untuk memantau pelaksanaan kebijakan tersebut.
Dia juga menjelaskan, penerapan PJJ merupakan tindak lanjut surat edaran wali kota sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan peserta didik di tengah kondisi kualitas udara yang tidak sehat.
“Nah, berdasarkan surat edaran wali kota, maka ini adalah langkah proteksi pemerintah kota untuk memproteksi anak-anak kita dalam rangka menjaga kesehatannya. Karena kondisi udara kita sudah saat ini dalam kondisi yang tidak sehat,” jelasnya.
PJJ dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu (14/10/2026) hingga Jumat (16/10/2026). Disdikbud akan terus memantau pelaksanaannya untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan tanpa kendala teknis, baik dari sisi guru maupun siswa.
“Harapan kita, PJJ ini tidak terkendala oleh teknis, baik anak-anak maupun guru-guru yang mengajar dari sekolah,” ujarnya.
Menurut Irfan, evaluasi akan dilakukan dengan melihat perkembangan pelaksanaan PJJ selama tiga hari tersebut. Selain mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke rumah, Disdikbud Balikpapan juga memastikan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa dihentikan sementara selama penerapan PJJ.
Irfan mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sehari sebelum kebijakan tersebut diterapkan.
Koordinasi serupa akan kembali dilakukan menjelang siswa masuk sekolah untuk menentukan kelanjutan distribusi makanan bergizi setelah PJJ berakhir.
“Kami sudah langsung koordinasi kemarin H-1, begitu juga nanti H+1 ketika akan anak-anak masuk, kita akan koordinasi kembali, apakah melanjutkan pemberian MBG-nya,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Kebijakan yang diberlakukan akibat kondisi kabut asap dan kualitas udara tidak sehat ini membuat aktivitas siswa di sekolah beralih ke pembelajaran daring dari rumah.
Dari hasil pantauan di SMP Negeri 1 Balikpapan, kawasan Kampung Pelajar, Gunung Pasir, menunjukkan suasana sekolah yang lengang.
Tidak terlihat aktivitas siswa di dalam maupun di luar kelas. Kegiatan di sekolah hanya diisi guru, kepala sekolah, dan sejumlah petugas.
Meski demikian, proses belajar mengajar tetap berlangsung secara virtual. Para guru mengajar dari sekolah, sementara siswa mengikuti pelajaran dari rumah masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, meninjau pelaksanaan PJJ di sejumlah sekolah bersama Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali.
Saat berada di SMP Negeri 1 Balikpapan, Irfan turut berkomunikasi dengan siswa yang mengikuti pembelajaran daring melalui laptop milik guru. “Hari pertama PJJ berjalan lancar,” ujarnya usai peninjauan.
Ia menyebutkan, sejak pagi dirinya telah mengunjungi tujuh sekolah untuk memantau pelaksanaan kebijakan tersebut.
Dia juga menjelaskan, penerapan PJJ merupakan tindak lanjut surat edaran wali kota sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan peserta didik di tengah kondisi kualitas udara yang tidak sehat.
“Nah, berdasarkan surat edaran wali kota, maka ini adalah langkah proteksi pemerintah kota untuk memproteksi anak-anak kita dalam rangka menjaga kesehatannya. Karena kondisi udara kita sudah saat ini dalam kondisi yang tidak sehat,” jelasnya.
PJJ dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu (14/10/2026) hingga Jumat (16/10/2026). Disdikbud akan terus memantau pelaksanaannya untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan tanpa kendala teknis, baik dari sisi guru maupun siswa.
“Harapan kita, PJJ ini tidak terkendala oleh teknis, baik anak-anak maupun guru-guru yang mengajar dari sekolah,” ujarnya.
Menurut Irfan, evaluasi akan dilakukan dengan melihat perkembangan pelaksanaan PJJ selama tiga hari tersebut. Selain mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke rumah, Disdikbud Balikpapan juga memastikan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa dihentikan sementara selama penerapan PJJ.
Irfan mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sehari sebelum kebijakan tersebut diterapkan.
Koordinasi serupa akan kembali dilakukan menjelang siswa masuk sekolah untuk menentukan kelanjutan distribusi makanan bergizi setelah PJJ berakhir.
“Kami sudah langsung koordinasi kemarin H-1, begitu juga nanti H+1 ketika akan anak-anak masuk, kita akan koordinasi kembali, apakah melanjutkan pemberian MBG-nya,” pungkasnya.
Editor: Erwin







Pusat gempa berada di laut 103 km selatan Pacitan
13 Okt 2026, 17:22:02 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG