Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim terus berupaya mempercepat pembangunan sarana pendidikan di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim terus berupaya mempercepat pembangunan sarana pendidikan di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Salah satu langkah yang ditempuh yakni memaksimalkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, menyampaikan bahwa strategi tersebut dilakukan dengan memilah kebutuhan pembangunan sekolah yang dapat dibiayai melalui APBN dan yang harus ditangani menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kita sekarang strateginya menjemput bola lewat APBN. Alhamdulillah, banyak bantuan dari pusat,” ujar Armin, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat dapat dimanfaatkan untuk pembangunan sekolah baru maupun revitalisasi sekolah yang mengalami kerusakan dengan kategori tertentu.
Armin menjelaskan, pada tahun 2026 terdapat tiga pembangunan sekolah baru yang mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Ketiganya yakni SMA Negeri 3 Muara Kaman, SMA Negeri 8 Penajam Paser Utara (PPU), dan SMA Muhammadiyah Boarding School di Balikpapan.
Pembangunan ketiga sekolah ini ditargetkannya rampung pada Desember tahun ini. Kemudian Armin juga menyebut, sekolah mendapatkan anggaran sekitar Rp8 miliar, dengan besaran yang menyesuaikan kebutuhan pembangunan masing-masing.
“Jadi, yang dibangun ini merupakan gedung baru, termasuk fasilitas dan pagarnya. Walaupun memang untuk lahannya dari kita yang menyiapkan,” ucapnya.
Armin menyatakan, kesiapan lahan menjadi salah satu syarat penting agar pembangunan sekolah dapat memperoleh dukungan dari pemerintah pusat. Lahan yang disiapkan harus memiliki status hukum yang jelas dan telah tercatat di Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Setelah persyaratan terpenuhi, pemerintah daerah baru dapat mengusulkan pembangunan kepada pemerintah pusat,” tutupnya.
Editor: Erwin
Salah satu langkah yang ditempuh yakni memaksimalkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, menyampaikan bahwa strategi tersebut dilakukan dengan memilah kebutuhan pembangunan sekolah yang dapat dibiayai melalui APBN dan yang harus ditangani menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kita sekarang strateginya menjemput bola lewat APBN. Alhamdulillah, banyak bantuan dari pusat,” ujar Armin, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat dapat dimanfaatkan untuk pembangunan sekolah baru maupun revitalisasi sekolah yang mengalami kerusakan dengan kategori tertentu.
Armin menjelaskan, pada tahun 2026 terdapat tiga pembangunan sekolah baru yang mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Ketiganya yakni SMA Negeri 3 Muara Kaman, SMA Negeri 8 Penajam Paser Utara (PPU), dan SMA Muhammadiyah Boarding School di Balikpapan.
Pembangunan ketiga sekolah ini ditargetkannya rampung pada Desember tahun ini. Kemudian Armin juga menyebut, sekolah mendapatkan anggaran sekitar Rp8 miliar, dengan besaran yang menyesuaikan kebutuhan pembangunan masing-masing.
“Jadi, yang dibangun ini merupakan gedung baru, termasuk fasilitas dan pagarnya. Walaupun memang untuk lahannya dari kita yang menyiapkan,” ucapnya.
Armin menyatakan, kesiapan lahan menjadi salah satu syarat penting agar pembangunan sekolah dapat memperoleh dukungan dari pemerintah pusat. Lahan yang disiapkan harus memiliki status hukum yang jelas dan telah tercatat di Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Setelah persyaratan terpenuhi, pemerintah daerah baru dapat mengusulkan pembangunan kepada pemerintah pusat,” tutupnya.
Editor: Erwin






168 kali dibaca

Pusat gempa berada di laut 103 km selatan Pacitan
13 Okt 2026, 17:22:02 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG