Penulis: Yieli Desvin
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara parsial menyusul memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Penulis: Yieli Desvin
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara parsial menyusul memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kebijakan tersebut difokuskan pada sekolah di wilayah yang terdampak langsung kabut asap. Selain PJJ, Disdikbud juga meminta satuan pendidikan menerapkan protokol mitigasi untuk melindungi siswa dan tenaga pendidik dari dampak buruk kualitas udara.
Penerapan ini tertuang dalam Surat Edaran Disdikbud Kota Samarinda Nomor 400.3.5/10165/100.01/2026. sebagai tindak lanjut atas rekomendasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda.
Plt Kepala Disdikbud Kota Samarinda, Eko Suprayetno menyampaikan kondisi kualitas udara yang tidak sehat pasca-insiden karhutla menjadi alasan utama pemberlakuan PJJ parsial. Berbeda dengan penanganan sebelumnya yang berlaku secara menyeluruh.
“Untuk PJJ itu rekomendasi dari Dinkes terkait kondisi kualitas udara Samarinda pasca karhutla. PJJ kali ini berbeda dengan sebelumnya yang berlaku masif, massal se-Kota Samarinda, kalau ini parsial saja,” ujar Eko, Rabu (7/10/2026).
Kebijakan pembelajaran daring tersebut diterapkan pada satuan pendidikan jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP di kawasan Kecamatan Sambutan, seperti Kelurahan Pulau Atas dan Kelurahan Makroman, serta Kecamatan Palaran. Hingga saat ini, tercatat sedikitnya 13 sekolah yang telah menyelenggarakan PJJ secara parsial.
Mengenai jangka waktu pelaksanaan, Eko menegaskan, kebijakan tersebut bersifat tentatif dan situasional menyesuaikan kondisi kualitas udara.
“Pemberlakuannya tentatif ya, maksudnya ini tergantung kualitas udara sendiri. Mudah-mudahan kualitas udara segera membaik sehingga PJJ tetap kembali kita belajar kembali secara normal,” terangnya.
Selama PJJ, Eko mengimbau pentingnya peran orang tua untuk mengawasi anak-anaknya selama belajar dari rumah.
“Pada saat PJJ kita minta juga seluruh orang tua tetap mengawasi anak-anaknya, jangan dibiarkan berkeliaran di luar rumah,” tutupnya.
Editor: Erwin






464 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 9 km Selatan Kodi, Sumba Barat Daya
07 Okt 2026, 14:28:20 WIB • Kedalaman 19 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG