Rahmad Mas'ud turut berdiskusi dengan kepala sekolah saat peninjauan dan sesekali bercanda dengan para murid dalam kelas. "Alhamdulillah, berjalan normal. Kami berharap tatap muka ini menambah semangat anak-anak," kata Rahmad Mas'ud kepada Korankaltim.com.
Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan kepada kepala sekolah dan para guru agar protokol kesehatan selalu diutamakan, tetap memakai masker serta mencuci tangan.
"Mudah-mudahan dengan pembelajaran tatap muka ini tidak menimbulkan klaster-klaster baru," harapnya.
Kendati PTM 100 persen, tetap dilakukan pembatasan durasi pembelajaran seperti dua atau tiga jam dan dilakukan evaluasi dalam pelaksanaan.
"Ini kan proses pembelajaran yang baru. Kami lihat dulu perkembangan. Kalau toh tidak ada klaster atau apa, ya tetap berlanjut. Kami berharap ini (PTM) berlanjut terus," tandas Rahmad Mas'ud.
Penulis: Hendra
Editor: Aspian Nur
Rahmad Mas'ud turut berdiskusi dengan kepala sekolah saat peninjauan dan sesekali bercanda dengan para murid dalam kelas. "Alhamdulillah, berjalan normal. Kami berharap tatap muka ini menambah semangat anak-anak," kata Rahmad Mas'ud kepada Korankaltim.com.
Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan kepada kepala sekolah dan para guru agar protokol kesehatan selalu diutamakan, tetap memakai masker serta mencuci tangan.
"Mudah-mudahan dengan pembelajaran tatap muka ini tidak menimbulkan klaster-klaster baru," harapnya.
Kendati PTM 100 persen, tetap dilakukan pembatasan durasi pembelajaran seperti dua atau tiga jam dan dilakukan evaluasi dalam pelaksanaan.
"Ini kan proses pembelajaran yang baru. Kami lihat dulu perkembangan. Kalau toh tidak ada klaster atau apa, ya tetap berlanjut. Kami berharap ini (PTM) berlanjut terus," tandas Rahmad Mas'ud.
Penulis: Hendra
Editor: Aspian Nur