Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat ada ratusan anak putus sekolah. Data tersebut diambil sejak Maret 2020 hingga April 2021. Beruntungnya di Kaltim, hingga saat ini belum ada laporan ada anak yang terpaksa putus sekolah.
“Sampai saat ini belum ada laporan masuk ke kami,” sebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Anwar Sanusi.
Ia tak menampik untuk mencari tahu ada tidaknya anak yang putus sekolah di Kaltim cukup sulit. Lantaran sejauh ini belum ada laporan masuk yang menyatakan ada peserta didik di Kaltim yang berhenti sekolah.
“Yang mengajukan putus sekolah itu sampai sekarang enggak ada. Jadi kita sulit juga kalau mau mendata,” imbuhnya.
Kendati begitu, Anwar mengakui, sistem pembelajaran daring memang tak mudah bagi sebagian peserta didik di Kaltim. Mulai dari kendala jaringan internet, dan fasilitas pendukung lain yang dianggap menyulitkan pelaksanaan pembelajaran online.
Penulis: Permata S. Rahayu
Editor : Bambang Irawan
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat ada ratusan anak putus sekolah. Data tersebut diambil sejak Maret 2020 hingga April 2021. Beruntungnya di Kaltim, hingga saat ini belum ada laporan ada anak yang terpaksa putus sekolah.
“Sampai saat ini belum ada laporan masuk ke kami,” sebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Anwar Sanusi.
Ia tak menampik untuk mencari tahu ada tidaknya anak yang putus sekolah di Kaltim cukup sulit. Lantaran sejauh ini belum ada laporan masuk yang menyatakan ada peserta didik di Kaltim yang berhenti sekolah.
“Yang mengajukan putus sekolah itu sampai sekarang enggak ada. Jadi kita sulit juga kalau mau mendata,” imbuhnya.
Kendati begitu, Anwar mengakui, sistem pembelajaran daring memang tak mudah bagi sebagian peserta didik di Kaltim. Mulai dari kendala jaringan internet, dan fasilitas pendukung lain yang dianggap menyulitkan pelaksanaan pembelajaran online.
Penulis: Permata S. Rahayu
Editor : Bambang Irawan