Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.COM, PENAJAM - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Penajam Paser Utara (DLH PPU) meminta masyarakat membiasakan memilah sampah khususnya yang memiliki nilai ekonomis.
Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.COM, PENAJAM - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Penajam Paser Utara (DLH PPU) meminta masyarakat membiasakan memilah sampah khususnya yang memiliki nilai ekonomis.
Kepala DLH PPU Kuncoro mengatakqn, sampah yang masih memiliki nilai jual dapat dikumpulkan dan ditabung di bank sampah yang telah dibentuk terlebih sampah seperti botol, plastik agar bisa diolah menjadi bahan kerajinan.
“Ada sampah ada plastik, bisa nanti langsung dijual atau dibuat kerajinan. Itulah yang kami sosialisasikan hampir setiap hari kepada masyarakat,” kata Kuncoro Jumat (16/10/2026).
Saat ini bank sampah yang tersebar di empat kecamatan di PPU lebih kurang 100 unit, satu diantaranya yang baru terbentuk di Kelurahan Lawe-lawe, Kecamatan Penajam.
Untuk pembiayaan operasional bank sampah dilakukan secara mandiri oleh masyarakat setempat melalui sistem swadaya. Pihaknya berperan hanya melakukan pembinaan dan pengawasan tanpa ikut menangani urusan keuangan bank sampah yang dibentuk masyarakat.
“Setiap anggota bank sampah memiliki nomor rekening dan setiap pembayaran masuk ke rekening mereka. Kami juga tidak pernah ikut campur, hanya pembinaan saja,” tegas Kuncoro.
Pengepul atau pembeli sampah seperti kertas, botol, plastik yang ada di PPU berasal dari Babulu bahkan ada yang berasal luar daerah seperti Kota Balikpapan.
Kalau pemerintah daerah memiliki peralatan yang memadai yang dapat digunakan di area Pasar Nenang, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam tentu bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Padahal kalau kami punya alat pengolahan sendiri dan ada anggaran untuk membeli sampah dari warga, nilainya lumayan untuk menambah PAD,” tutup Kuncoro.
Editor: Aspian Nur
Kepala DLH PPU Kuncoro mengatakqn, sampah yang masih memiliki nilai jual dapat dikumpulkan dan ditabung di bank sampah yang telah dibentuk terlebih sampah seperti botol, plastik agar bisa diolah menjadi bahan kerajinan.
“Ada sampah ada plastik, bisa nanti langsung dijual atau dibuat kerajinan. Itulah yang kami sosialisasikan hampir setiap hari kepada masyarakat,” kata Kuncoro Jumat (16/10/2026).
Saat ini bank sampah yang tersebar di empat kecamatan di PPU lebih kurang 100 unit, satu diantaranya yang baru terbentuk di Kelurahan Lawe-lawe, Kecamatan Penajam.
Untuk pembiayaan operasional bank sampah dilakukan secara mandiri oleh masyarakat setempat melalui sistem swadaya. Pihaknya berperan hanya melakukan pembinaan dan pengawasan tanpa ikut menangani urusan keuangan bank sampah yang dibentuk masyarakat.

“Setiap anggota bank sampah memiliki nomor rekening dan setiap pembayaran masuk ke rekening mereka. Kami juga tidak pernah ikut campur, hanya pembinaan saja,” tegas Kuncoro.
Pengepul atau pembeli sampah seperti kertas, botol, plastik yang ada di PPU berasal dari Babulu bahkan ada yang berasal luar daerah seperti Kota Balikpapan.
Kalau pemerintah daerah memiliki peralatan yang memadai yang dapat digunakan di area Pasar Nenang, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam tentu bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Padahal kalau kami punya alat pengolahan sendiri dan ada anggaran untuk membeli sampah dari warga, nilainya lumayan untuk menambah PAD,” tutup Kuncoro.

Editor: Aspian Nur









Pusat gempa berada di darat 21 km Barat Daya Kota Bogor
16 Okt 2026, 10:21:55 WIB • Kedalaman 9 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG