Selasa, 21/07/2026
Selasa, 21/07/2026
Penyaluran bantuan kepada balita yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Penajam pada hari Selasa (21/7/2026). (Foto: Dinda/Korankaltim.com)
Selasa, 21/07/2026

Penyaluran bantuan kepada balita yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Penajam pada hari Selasa (21/7/2026). (Foto: Dinda/Korankaltim.com)
Penulis: Dinda Ayu Dwi Meylani
KORANKALTIM.COM, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyalurkan bantuan pangan berupa cadangan beras dan paket pangan natura kepada 200 balita yang mengalami kurang gizi, gizi buruk, serta berisiko stunting.
Program lintas sektor ini menjadi bagian dari intervensi pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi anak sekaligus menekan angka stunting di daerah.
Bupati PPU, Mudyat Noor, menyatakan penyaluran bantuan dilakukan bersama Dinas Ketahanan Pangan sebagai upaya membantu masyarakat kurang mampu, sekaligus memperkuat pencegahan gizi buruk dan percepatan penanganan stunting.
“Kegiatan ini dalam rangka membantu masyarakat yang kurang mampu, sekaligus pencegahan gizi buruk dan penanganan stunting,” ujar Mudyat Noor, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, program tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Selain Dinas Ketahanan Pangan, program ini juga melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A).
“Ini merupakan salah satu program sosial yang dicadangkan dalam rangka penanganan kerawanan sosial di PPU. Penanganannya dilakukan secara keroyokan dari Dinas Ketahanan Pangan, Kesehatan, KB, dan Sosial dengan sasaran yang sama agar bantuan terlihat rutin dan penanganan lebih fokus,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan PPU, Mulyono, menjelaskan bantuan tahun ini menyasar 200 balita yang tersebar di 11 puskesmas pada empat kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Penajam sebanyak 77 balita, Waru 39 balita, Babulu 39 balita, dan Sepaku 45 balita.
“Total balita kurang gizi atau gizi buruk yang kita bantu tahun ini ada 200 anak yang tersebar di 11 Puskesmas. Penerima paling banyak ada di Puskesmas Penajam, yakni 48 anak, sedangkan total se-Kecamatan Penajam mencapai 77 anak,” terang Mulyono.
Setiap balita menerima paket bantuan yang terdiri atas 10 kilogram beras, 2 kilogram gula pasir, 1,25 kilogram kacang hijau, 1 kilogram tepung terigu, dua rak telur (60 butir), dua bungkus virgin coconut oil (VCO), dua kotak susu, dan 1 liter minyak goreng. Untuk pengadaan komoditas selain beras, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp228 juta atau sekitar Rp1 juta untuk setiap paket bantuan di luar beras.
Mulyono menegaskan komoditas yang diberikan telah disusun berdasarkan perhitungan kebutuhan gizi oleh Tim Kerja (Pokja) Penanganan Gizi yang melibatkan Bapelitbang, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, hingga puskesmas. Karena itu, ia meminta bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak penerima.
“Saya tegaskan kepada orang tua penerima, bantuan ini diperuntukkan khusus bagi anak ibu yang mengalami kurang gizi atau gizi buruk. Saya tidak rela dunia akhirat kalau bantuan ini diperuntukkan bagi saudara-saudara lain yang tidak membutuhkan. Ini adalah intervensi langsung untuk anak-anak kita,” tutupnya.
Editor: Erwin
Selasa, 21/07/2026
Penyaluran bantuan kepada balita yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Penajam pada hari Selasa (21/7/2026). (Foto: Dinda/Korankaltim.com)
TERPOPULER