Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar pun melakukan evaluasi atas hal tersebut dan menjelaskan bangunan yang saat ini digunakan sebagai Polsek Samarinda Kota merupakan eks Polresta Samarinda dan secara struktur sudah tidak layak menjadi markas besar sekelas Polres, namun di sisi lain dinilai terlalu besar untuk ukuran Polsek.
“Kalau dilihat dari dua hal ini, bangunan Polsek Kota ini dulu merupakan eks Polresta. Jadi sebenarnya untuk menjadi Polres sudah tidak layak, tapi untuk menjadi Polsek juga terlalu besar tingkatannya,” ujar Hendri kepada Korankaltim.com Kamis (30/10/2025) hari ini.
Selain kelayakan bangunan, Hendri juga menyoroti faktor keamanan lingkungan sekitar. Di kawasan yang sama terdapat sejumlah instansi seperti Puskesmas, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) serta kantor pelayanan masyarakat lainnya, hal mana yang membuat lokasi tersebut kurang ideal jadi tempat para pelaku tindak kriminalitas ditahan. “Jadi dari sisi setting, faktor keamanannya memang agak kurang,” tegasnya.
Jarak antara ruang tahanan dengan pos penjagaan utama mencapai sekitar 200 meter juga jadi sorotan. Kondisi itu dinilai tidak memenuhi standar pengawasan tahanan yang seharusnya diterapkan.
“Jarak antara tahanan dan pos penjagaan itu cukup jauh, sekitar 200 meter. Ini jelas tidak memenuhi standar keamanan yang ideal,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya kini berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Samarinda untuk mencari lahan baru yang lebih representatif. Lokasi baru nantinya diharapkan dapat direnovasi agar tidak terikat aturan cagar budaya dan memenuhi standar keamanan modern.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemkot Samarinda. Rencananya akan dicarikan lahan baru dan bangunannya bisa diubah agar lebih aman,” ungkap Hendri.
Sambil menunggu rencana relokasi, langkah cepat dilakukan dengan menambah jumlah personel penjagaan dari empat menjadi enam orang.
“Sekarang kita tambahkan jadi enam orang, dan mereka fokus di penjagaan tahanan tanpa tugas lain,” sebut Hendri.
Saat ini Polsek Samarinda Kota memiliki 79 personel yang tersebar di tiga kecamatan Samarinda Kota, Samarinda Ilir dan Sambutan serta dua pos polisi tambahan. Dengan keterbatasan itu Hendri memastikan akan menambah jumlah personel agar pengawasan lebih maksimal.
“Saya sudah sampaikan ke Kabag SDM, nanti kita tambah personel di Polsek Kota supaya pengamanan tahanan bisa lebih optimal,” pungkas Hendri.
Editor: Aspian Nur