Tak hanya menjadi simbol semangat nasionalisme dan persatuan, kegiatan tersebut juga diwarnai dengan aksi nyata berupa pemberian 20 sumur bor dari Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, menyampaikan bahwa pemberian sumur bor tersebut merupakan bentuk kepedulian dan sinergi antara Polda Kaltim dengan organisasi kemasyarakatan, khususnya Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kaltim.
“Kami hari ini juga memberikan tali asih berupa 20 sumur bor. Kita sembahkan kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Endar saat ditemui di lokasi apel.
Lanjutnya, penentuan titik lokasi sumur bor akan dilakukan oleh GP Ansor dengan mempertimbangkan wilayah yang benar-benar membutuhkan, terutama daerah pelosok yang belum terjangkau fasilitas air bersih.
“Nanti dari teman-teman GP Ansor ini akan menentukan titik-titik mana yang memang sangat membutuhkan. Yang belum terjangkau, yang mungkin juga di pelosok dan lain-lain,” jelasnya.
Menurut Kapolda, bantuan tersebut menjadi simbol kerja sama antara Polri dan seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga.
“Kami dari Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami bekerja dengan seluruh elemen masyarakat. Hari ini kami bersinergi dengan GP Ansor dan berbagai pihak lainnya dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif,” katanya.
Selain pemberian bantuan, apel kebangsaan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan semangat menjaga keutuhan NKRI. Seluruh peserta apel, yang terdiri dari santri dan pemuda Kaltim, mendeklarasikan tekad untuk menjadi pelopor perdamaian, persaudaraan, serta penjaga keamanan di lingkungan masing-masing.
Irjen Pol Endar Priantoro menegaskan, semangat Hari Santri dan Sumpah Pemuda harus diteruskan dalam bentuk nyata, baik melalui toleransi antarumat beragama, peran aktif dalam menjaga keamanan, maupun kontribusi terhadap pembangunan sosial masyarakat.
“Saya yakin para santri dan pemuda di Kalimantan Timur bisa melaksanakan tugas penting itu. Semangat satu bahasa, satu tanah air, dan satu bangsa harus terus hidup agar Kaltim tetap aman dan damai,” tutupnya.
Editor: Erwin