Pemicunya, lantaran penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh.
Kapolsek Loa Janan, Iptu Nursan mengatakan, saat korban masuk WC, kakak kandung korban, Wahyu, tidak menaruh curiga.
Setelah berselang 10 menit, Wahyu mulai curiga. Begitu dicek, kecurigaan terjawab.
“Korban gantung diri menggunakan tali jenis nilon,”kata Nursan, Selasa (9/6/2020).
Melihat itu, saksi berupaya melepaskan tali yang melilit leher korban. Saat itu, kondisi korban masih dalam keadaan bernafas.
Selanjutnya, saksi menghubungi orang tuanya dan mobil ambulan Desa Bakungan.
Pukul 20:30 WITA, korban tiba di klinik Firman.Mantri Firman memeriksa korban di dalam mobil ambulan sekitar 10 menit.
Dia menyarankan korban agar dibawa ke RS IA Moeis Samarinda. Dalam perjalanan, nyawa korban tak tertolong.
Menurut keterangan orang tua korban, korban mengidap penyakit Sindrome Steven Jhonson. Penyakit ini menyebabkan kulit penderitanya gatal-gatal, melepuh, bahkan sampai mengelupas akibat dari reaksi berlebihan terhadap obat dan infeksi tertentu.
“Korban bunuh diri karena diduga penyakit yang diderita tidak kunjung sembuh. Sekitar dua tahun sudah penyakitnya itu,”tandasnya.
Penulis: Sabri
Editor: M.Huldi