Akibat insiden ini, Polres Berau langsung menurunkan personel pengamanan untuk membantu Polsek Talisayan menjaga keamanan di fasilitas umum tersebut.
Kasubag Humas Polres, IPDA L Pinem mengatakan, siapapun yang mengganggu fasilitas umum seperti rumah sakit, tentu akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
"Tidak ada penutupan fasilitas RS, semua berjalan seperti biasa pelayanan di sana. Jadi, bagi masyarakat yang ingin berobat, silahkan. Karena pelayanan RS tetap buka. Hanya saja, karena ada insiden kemarin, maka dijaga ketat oleh aparat keamanan,"tegas Kasubag Humas Polres Berau Iptu L Pinem, Rabu (13/5/2020).
Pinem menjelaskan, warga Talisayan yang mengamuk dan menganiaya dokter tersebut, hingga hari ini masih diburu kepolisian.
"Jari tangan sebelah kiri sang dokter mengalami luka. Usai menganiaya, pelaku langsung melarikan diri,"kata Pinem lagi.
Warga yang mengamuk, beber Pinem, diduga merupakan suami dari pasien yang melahirkan dan mengalami pendarahan hebat, dua hari lalu. Namun, saat akan dirujuk ke RSUD Abdul Rivai, baru sampai di Suaran, sudah meninggal dunia.
"Ini baru dugaan, namun dari keterangan saksi yaitu perawat di RS dan dokter, mengarah ke suami pasien. Walau pasien meninggal dunia, tapi bayi pasien berhasil diselamatkan," pungkasnya.
Penulis : Indra
Editor: M.Huldi