Meski begitu, para pembesuk tetap bisa berkomunikasi dengan keluarga mereka yang berada di dalam rutan, yakni dengan cara video call (VC). Untuk warga binaan wanita akan diberikan fasilitas dua gadget, sebagai sarana VC sementara untuk warga binaan pria menggunakan enam perangkat komputer.
"Nulai tanggal 23 Maret besuknya bisa lewat VC kalau sekarang masih dalam tahap sosialisasi, khususnya bagi pembesuk dari luar kota. Artinya, untuk yang Samarinda sudah tidak boleh lagi, karena mereka sudah mengetahui kebijakan ini," ungkap Kasubsi Pelayanan Rutan Kelas II A Samarinda, Rakhmat Hidayat saat ditemui Kamis (2/4/2020) tadi.
Selain itu pengunjung diperbolehkan untuk membawakan makanan kepada warga binaan, tetapi tetap melalui mekanisme yang ada. "Karena situasi saat ini, untuk pencegahannya, kemasan makanan dari pengunjung kami ganti dengan yang baru, setelah itu diperiksa dan mereka wajib meninggalkan foto copy KTP-nya. Termasuk dengan petugas dan yang mau masuk juga harus melalui bilik penyemprotan disinfektan, baru boleh masuk," jelas Rakhmat. (*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur