Tetangga korban Iyan (30), menceritakan sebelum ditemukan tak bernyawa, Rizky bersikap biasa dan tidak menunjukkan sikap yang mencurigakan. Saat bertemu pun, Kiki, sapaan akrab korban, selalu bertegur sapa dengan masyarakat sekitar.
Iyan mengakui kerap bertemu dengan korban usai melaksanakan ibadah d masjid.
"Kaget karena dari kecil berteman. Saya bertemu terakhir saat salat Maghrib. Yang beritahu pertama istri saya bahwa Kiki (korban) meninggal, saat datang ke lokasi baru tahu penyebabnya gantung diri," ungkapnya.
Iyan menambahkan, korban ditemukan pertama kali saat ayahnya pulang dari bekerja. Sang ibu yang curiga ketika tidak ada suara dari kamar korban yang berada di lantai dua, curiga. Sang ayah diminta agar mengecek kamar Kiki.
Saat itulah Kiki ditemukan tergantung di teralis kamar dengan sebuah kain yang melilit lehernya.
Lantaran tak berani mendekat, keluarga korban segera melaporkan hal tersebut ke Polsek Sungai Pinang dan langsung mengevakuasi mayat korban.
"Tadi sempat dengar ceritanya, kok tidak ada suara dari kamar biasanya dipanggil menyahuti, nah ayahnya baru pulang kerja lalu mengecek ke atas bersama ibunya, disitulah ramai warga berdatangan mendengar jeritan bu haji (ibu korban)," papar iyan.
Kapolsek Sungai Pinang Kompol Ramadanil menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Masih didalami motifnya. Kami membawa jenazah ke RS AW Sjahranie. Di TKP kami juga mendapati secarik kertas berisi pesan dari korban, sepertinya baru saja hari ini ditulis oleh korban," tandas Ramdanil.
Penulis : Fairus
Editor: M.Huldi